Jumat, 15 Juni 2012
International Financial Reporting Standards
IFRS adalah sebuah singkatan dari International Financial Reporting Standards yang merupakan suatu standar pelaporan keuangan internasional yang telah ditetapkan oleh Badan Standar Akuntansi Internasional yang dikenal dengan IASB (International Accounting Standards Board). Sebelum IFRS dibuat, IFRS terdahulu dikenal dengan IAS (International Accounting Standards). IAS dikeluarkan oleh Badan Komite Standar Akuntansi Internasional atau IASC (International Accounting Standards Commitee) pada tahun 1973 dan diberlakukan pada kala itu sampai dengan tahun 2001. Akan tetapi, pada tanggal 1 April 2001, IASB mengambil alih seluruh tanggung jawab yang ada pada IASC dengan tujuan menyusun standar akuntansi internasional. Pada pertemuan pertamanya antara IASB dengan IASC, IASB mengadaptasi IAS dan SIC (Standing Interpretations Commitee) yang telah ada sebelumnya. Kemudian IASB terus-menerus mengembangkan kedua sistem tersebut lalu mengganti namanya dengan International Financial Reporting Standards atau IFRS. Dari sana lah awal mula lahirnya IFRS.
IFRS merupakan suatu kumpulan standar dasar prinsip akuntansi. Oleh karena itu, IFRS mencakup beberapa hal penting seperti di bawah ini, diantaranya:
• Peraturan-peraturan Standar Pelaporan Keuangan Internasional yang dikeluarkan setelah tahun 2001.
• Peraturan-peraturan Standar Akuntansi Internasional yang dikeluarkan sebelum tahun 2001.
• Interpretasi yang berasal dari Komite Interpretasi Laporan Keuangan Internasional yang dikeluarkan setelah tahun 2001.
• Standing Interpretations Committee (SIC) yang dikeluarkan sebelum tahun 2001.
• Kerangka kerja untuk persiapan dan presentasi laporan keuangan.
Tujuan dari adanya kerangka kerja guna persiapan dan presentasi laporan keuangan adalah untuk menciptakan dasar guna standar akuntansi di masa yang akan datang dengan berbasis prinsip, konsisten secara internal, dan dapat diterima secara internasional di seluruh Negara. Oleh karena itu, dewan-dewan dari IASB dan FASB di Amerika Serikat melaksanakan semua proyek secara bersama-sama. Suatu laporan keuangan diharuskan dapat menggambarkan sebuah pandangan yang sebenar-benarnya akan kondisi keuangan suatu perusahaan atau organisasi.
IFRS merupakan sebuah pedoman dalam melakukan penyusunan laporan keuangan yang dapat diterima secara global. Apabila suatu Negara telah menerapkan sistem akuntansi tersebut, maka Negara itu akan memungkinkan Negara-negara lainnya di pasar dunia untuk mengerti akan laporan keuangan yang dibuatnya. Dalam hal ini, Indonesia merupakan salah satu Negara yang akan mengkonvergensikan sistem akuntansinya yaitu PSAK menjadi IFRS.
Mengapa Indonesia harus mengkonvergensikan atau merubah sistem akuntansinya???
Ada beberapa alasan penting yang harus dipertimbangkan mengapa Indonesia harus menggunakan IFRS. Berikut ini merupakan beberapa alasan tersebut, diantaranya:
• Peningkatan daya banding laporan keuangan dan memberikan informasi yang lebih berkualitas di pasar modal internasional.
• Menghilangkan hambatan arus modal internasional dengan mengurangi perbedaan dalam ketentuan pelaporan keuangan.
• Mengurangi biaya pelaporan keuangan bagi perusahaan multinasional dan biaya untuk analisis keuangan bagi para analis.
• Meningkatkan kualitas pelaporan keuangan menuju “Best Practise”.
Indonesia akan mengadopsi IFRS secara penuh pada tahun 2012. Strategi yang digunakan Indonesia dikenal sebagai gradual strategy (strategi bertahap), yang pada umumnya memang layak untuk digunakan oleh Negara-negara berkembang seperti Indonesia. Akan tetapi, bukan hanya itulah satu-satunya strategi yang ada. Strategi lainnya dikenal sebagai big bang strategy. Big bang strategy merupakan sebuah strategi yang pada umumnya cocok diterapkan pada Negara-negara maju. Strategi ini langsung mengadopsi IFRS secara penuh (sekaligus), tanpa perlu melalui tahapan-tahapan tertentu seperti gradual strategy.
Proses tahapan-tahapan konvergensi PSAK menuju IFRS pada Negara Indonesia dengan menggunakan metode Gradual Strategy.
Dengan mengadopsi IFRS, secara tidak langsung perusahaan atau organisasi yang bersangkutan juga mengadopsi bahasa pelaporan keuangan yang bersifat global, yang nantinya akan dapat dimengerti oleh perusahaan manapun di seluruh belahan dunia, baik perusahaan besar sampai dengan perusahaan kecil. Dengan mengadopsi IFRS, suatu perusahaan akan memiliki daya saing yang lebih besar yang dapat dibandingkan dengan perusahaan lain tanpa kecuali. Oleh karena itu, dewasa ini sudah cukup banyak perusahaan yang mengalami kemajuan yang sangat pesat.
Berikut ini adalah perbandingan antara sistem pelaporan keuangan Indonesia (PSAK) dengan IFRS, diantaranya:
PSAK IFRS
Diatur dalam Undang-undang no. 1 tahun 1995 oleh BAPEPAM (Badan Pengawas Pasar Modal). Diatur oleh IASC (International Accounting Standards Commitee) dalam sistem akuntansi keuangan IFRS
PSAK adalah sebuah istilah yang digunakan untuk menunjukkan seluruh tubuh literatur akuntansi otoritatif termasuk kerangka untuk persiapan dan penyajian laporan keuangan yang diumumkan oleh Dewan Standar Akuntansi Indonesia (DSAK). IFRS adalah sebuah istilah yang digunakan untuk menunjukkan seluruh tubuh literatur IASB (International Accounting Standards Board) otoritatif.
PSAK mencakup pernyataan akuntansi untuk digunakan oleh entitas laba dan nirlaba yang berorientasi, serta sebagai entitas syariah. IFRS dirancang untuk berorientasi pada entitas keuntungan.
Setiap entitas mengklaim sesuai dengan PSAK, harus memenuhi semua elemen-elemennya. Akan tetapi, entitas tersebut tidak harus memberikan pernyataan yang eksplisit dari pemenuhan-pemenuhan tersebut dengan PSAK. Setiap entitas mengklaim sesuai dengan IFRS harus memenuhi standar dan interpretasinya, meliputu persyaratan pengungkapan. Entitas telah memberikan pernyataan yang eksplisit terhadap pemenuhan-pemenuhan IFRS.
PSAK tidak memberikan persyaratan tertentu dalam laporan keuangan untuk memberikan persentase yang adil. Akan tetapi, konsep tersebut tertanam di dalam Standar Audit Indonesia (Indonesian Audit Standard). IFRS memberikan persyaratan tertentu dalam laporan keuangan untuk memberikan persentase yang adil, pandangan yang adil dan juga benar.
Sebuah hirarki dari sumber alternatif ditentukan ketika IFRS tidak menutup suatu masalah. Mirip dengan PSAK.
Tudak ada standar khusus untuk UKM (Usaha Kecil dan Menengah), namun ada standar khusus untuk transaksi syariah. Tidak ada standar khusus untuk UKM maupun transaksi syariah.
Di dunia internasional atau pasar global, IFRS telah banyak diadopsi oleh banyak Negara-negara dunia. Berikut ini adalah beberapa Negara yang telah menganut sistem pelaporan keuangan IFRS, antara lain:
• Afrika
• Amerika
• Australia
• Hongkong
• Singapura
• Filipina
Pada tahun 2008, diperkirakan telah ada sekitar 80 negara yang telah terdaftar dalam bursa efek global yang menerapkan IFRS di Negaranya, baik dalam mempersiapkan sampai dengan mempresentasikannya kepada dunia melalui laporan keuangan Negara tersebut. Pada tahun 2012 nanti adalah saat-saat di mana Negara tercinta kita yaitu Indonesia akan mulai mempraktekkan sistem pelaporan keuangan dunia (IFRS), dengan begitu negara kita dapat bersaing ketat dengan negara-negara lain di dunia. Mudah-mudahan Indonesia sukses dengan penerapan IFRS ini di lapangan, dan dapat menyusul ketertinggalannya dengan Negara-negara yang telah terdaftar dalam bursa efek global tadi, khususnya Negara super power Amerika (USA), amin!!!
Jadi kesimpulan yang dapat saya simpulkan yaitu International Financial Reporting Standards atau IFRS merupakan perkembangan dari sistem pelaporan keuangan perusahaan. IFRS memang sangat baik untuk perusahaan guna memajukan perusahaan tersebut. Oleh karena itu, marilah kita mendukung konvergensi ini untuk Indonesia, supaya kelak Indonesia dapat benar-benar dipandang oleh Negara-negara lain.
Minggu, 03 Juni 2012
Cerpen : Romrom n’ Juju (part 3)
Romrom pun bersiap untuk kembali ke desa Suka kamu, Ia tak sabar ingin segera menyampaikan kabar gembira ini kepada Ayah dan Ibunya di rumah. Setelah semua siap, Romrom berpamitan kepada Ibu dan Bapak Juju, juga kepada kembang desa Suka-suka itu. “Pak, Bu, terima kasih atas restunya. Saya pamit pulang dulu, Pak, Bu. Saya berjanji, saya pasti akan kembali bersama rombongan keluarga saya”, pamit Romrom kepada Bapak dan Ibu Juju. “Iya, nak, kamu hati-hati di jalan”, ucap Bapak. “Iya, hati-hati, kami akan menunggu kedatanganmu, nak”, sahut Ibu. Juju juga berpesan, “hati-hati, kang...”, sambil senyum-senyum. “iya, Ju. Terima kasih ya..”, balas Romrom riang. Romrom menaikkan barang-barangnya di atas keledai kemudian Ia naik lalu berjalan menuju Desanya.
*****
Sepanjang perjalanan, Romrom bersenandung ria sambil memikirkan betapa bahagianya Ia akan segera melamar Juju. Tiba-tiba ada seekor burung merpati yang mengikutinya. Romrom tersadar akan keberadaan burung merpati yang terus mengikutinya sejak Ia melewati beberapa rumah dari rumah Juju. Kenapa burung ini ngikutin terus, sih??, batin Romrom yang mulai merasa tak nyaman. Sampai pada akhirnya burung berwarna abu-abu kehitaman itu terbang mengitari kepala Romrom, dan........CPLUUKK!! “Aaaaaarrgghh... Burung rese!! Dia kira gw WC apa?!! Hadoooh...”, geram Romrom dibuatnya, ternyata sejak tadi burung itu cuma mau numpang pup di atas kepala Romrom. Malangnya Romrom, karena itu adalah pertanda buruk. Tapi Romrom tidak menyadarinya.
*****
Akhirnya, sampailah Romrom di rumahnya. Ia segera menurunkan barang-barang dari keledainya kemudian Ia masuk ke rumah untuk segera membicarakan kabar gembira ini kepada Ayahnya, namun sebelum Romrom angkat bicara, Romrom melihat wajah Ayahnya yang teramat sangat kesal, bete, jutek, cuek kayak bebek itu sedang memelototi dirinya. Niat Romrom urung, Ia lalu bertanya, “ada apa Ayah? Apa yang terjadi di rumah selama aku pergi?”. Tanpa banyak bicara, Pak Dedi segera melayangkan sendal jepit ke arah Romrom lalu berkata, “ada apa? Kamu masih bisa bertanya ADA APA??!!!”, Ayah Romrom tampak sangat marah. “Ayah...”, ucap Romrom lirih. Romrom bingung 100% dengan sikap Ayahnya hari ini. Apa yang membuat Ayah jadi semarah ini...??, Romrom bertanya dalam hati, namun sayangnya Ia tak akan mendapatkan jawaban jika tak bertanya langsung. Akhirnya Ia memberanikan diri untuk bertanya lagi, “sebenarnya apa yang salah, Yah? Apa yang membuat Ayah begitu marah??”. “kamu...KAMU!! KENAPA KAMU BOHONG PADA AYAH??!!!”, nada Ayah begitu kesal dan kecewa. “Kamu bilangnya apa saat pamit pergi kemarin?!! Tapi Ayah dengar dari orang-orang bahwa mereka melihat kamu di desa sebelah sedang di maki-maki orang tua seorang gadis!!”, terang Ayah Romrom.
“maaf, Yah... Rommy takut Ayah melarang Rommy pergi jika Rommy bilang ingin bertemu kembang desa dari desa Suka-suka...”, ucap Romrom berharap mendapat pengertian dari sang Ayah. “Tidak!! Ayah tidak mau dengar alasan-alasan kamu! Ayah kecewa denganmu, Rom!!!”, “tapi, Yah... Romrom ingin meminang gadis itu, Yah...”, “Apa-apaan kamu?!! Memangnya apa bibit bebet dan bobotnya?! Ayah dengar dia hanya anak petani timun!! Tidak, Ayah tidak setuju...!!!”, Ayah Romrom benar-benar menentang keinginan anaknya, Romrom pun tak dapat berbuat bahkan berkata apa-apa lagi jika Ayahnya masih begitu marah. Romrom kecewa dan sedih akan perbuatannya dulu, penyesalan memang selalu datang belakangan. Akhirnya Ia memutuskan untuk bicara lagi saat Ayahnya sudah merasa tenang.
*****
Cerpen : Romrom n’ Juju (part 2)
Di sisi lain, Ibu masih marah, namun emosinya itu membuat perutnya lapar... KRUUUYUUGG~~ -__-“
“Ibu kenapa anak tadi diusir??”, tanya Bapak. “Biar aja. Emang dia punya apa berani mau meminang anak kita, Pak?? Ojan jauh lebih baik. Ojan kan..”, “..bisnismen yang masa depannya jelas, ya, Bu? Tapi apa ibu tau kalau Juju sedang sedih saat ini?”, ungkap Bapak. “sedih karena apa? Karena pria asing yang hanya 5 menit bertemu dia terus Ibu usir? Aneh tau Pak! Udahlah Ibu laper mau makan apel ini dulu, katanya manis, awas aja kalau bohong dia!”, Ibu pun memakan apel ajaib itu. Tiba-tiba perasaan Ibu menjadi ringan, nggak uring-uringan lagi, dan yang dikatan Rommy tadi benar bahwa apel ini rasanya manis. Ibu pun merasakan ketulusan Rommy. Tanpa sadar Ibu menitikkan air mata dan berkata, “apa yang sudah Ibu lakukan?? Aku..aku..hanya memikirkan egoku seorang tanpa memikirkan perasaan Juju, Pak... hiks..”, Ibu yang tersadar akan ketulusan Rommy menangis di pelukan Bapak. “Ibu menyesal, Pak...hiks..hiks..”, “sudah, sudah, Bu..”, Bapak tampaknya hanya butuh usaha kecil untuk menenangkan Ibu. “Aku harus cari anak itu, Pak, sebelum dia pergi terlalu jauh!”, ‘Ayo, Bapak temani...”, tawar Bapak. Ibu tersenyum kemudian pergi mencari Romrom bersama Bapak.
*****
Di tepi sungai, Romrom tampak sedang termenung menanti keajaiban. “hhh... apa yang harus aku lakukan??”, bisiknya kepada diri sendiri. BLETAAK...!! “Aduuh!! Siapa tuh yang nimpuk gw??! Ckck”, sambil mengusap kepalanya yang udah benjol dua kali, Romrom mencari benda yang menimpa kepalanya tadi. Daaann, ketemu! “Hah?? Sepatu? Sepatu siapa ini jelek banget......!”. Yaa emang sepatunya udah agak butut sih, haha. Romrom celingukan, tapi nggak ada apa-apa. Masa jatuh dari langit? Kan nggak mungkin... batinnya. Ia pun menengok ke atas dan menemukan sepasang kaki yang tergantung di atas dahan dan hanya mengenakan sebelah sepatu butut, juga suara tangis perempuan hingga membuatnya merindiiiing!
“WHOOAAA... SA..SA.....SADAKOO...!!!”, teriak Romrom yang panik. Karena kepanikannya, Ia pun terjungkal dan jatuh ke sungai. Beruntung Romrom jatuh di bagian sungai yang tak dalam. “Si..siapa di bawah, hiks...?”, suara itu asalnya dari atas pohon di mana Romrom melihat sepasang kaki tadi. Pemilik suara tadi pun melihat ke bawah, aaah, ternyata itu Junillia.. Untungnya bukan Sadako.. lega rasanya Romrom setelah mengetahui bahwa yang tadi dia kira Sadako ternyata adalah Juju.
“Kamu sedang apa di atas sana, Junillia?”, tanya Romrom penasaran
“Hanya sedang, umm, sedang menikmati angin dari atas sini, Rom”, jawab Juju, aku malu kalau ketahuan sedang menangis di sini..hiks..
“Ah, iya, anginnya pasti sejuk di atas sana...”, sahut Romrom sambil tersenyum, ia bangkit menuju pinggir sungai
“Kamu kenapa tadi teriak lalu kamu sedang apa di sungai?”, tanya Juju dengan polosnya
“Tadi aku... teringat dengan hantu di film horror jepang, karena mendengar suara seperti ada perempuan yang menangis. Aku terpeleset jadi masuk ke sungai, hahaha..”, jawab Romrom jujur. “Ngomong-ngomong, apa kamu yang menangis tadi?”
“Uumm, mungkin aku sedang bersenandung tadi... ahaha”, elaknya. Aaah, dia dengar... :( , batin Juju
“Ah, begitu...”, Romrom tersenyum lalu berkata dalam hati, mungkin Junillia malu jika terlihat habis menangis.. :)
Melihat senyum Romrom, Juju jadi tersipu malu. Tiba-tiba dari kejauhan, mereka mendengar ada suara yang memanggil, “di mana kaauuu...?? Anak mudaaaaa....?”, “heeeii, anak mudaaa, di mana kamuuu?”. Rupanya itu suara Ibu dan Bapak yang sedang mencari Romrom. “Aah! Itu dia di sana, Pak...”, rupanya Ibu melihat Romrom yang basah kuyub di pinggir sungai. Ibu dan Bapak langsung menghampirinya, “ya ampun, kenapa kamu basah kuyup begini, nak?”, Ibu terkejut melihat Romrom basah kuyup, kemudian berkata lagi, “maafkan Ibu, nak. Tadi Ibu sudah salah menilai kamu... Sekarang Ibu sudah sadar bahwa kamu tulus ingin meminang puteri Ibu”, “mungkin Ibu terlalu khawatir karena Juju adalah puteri satu-satunya dalam keluarga kami, karena itulah Ibu dan saya ingin Juju mendapatkan pria terbaik. Dan saya rasa, kamu orang yang tepat”, ucap Bapak sambil tersenyum.
Kemudian, Ibu dan Bapak saling menatap sejenak, lalu Ibu berkata, “kami setuju, nak...”
Romrom terdiam karena terkejut dan senang, wajahnya sumringah Ia pun berterima kasih kepada calon Ibu dan Bapak mertuanya, “sungguh, Bu? Terima kasih, Pak, Bu...”. Juju yang mendengar semua ucapan kedua orang tuanya pun merasa saangaaat senang.
“Junillia, kamu dengar? Sebentar lagi aku akan kembali ke rumahmu untuk melamar kamu....”, janji Romrom kepada Juju yang masih sembunyi di atas rumah pohonnya.
“Juju, kamu di atas sana??”, tanya Ibu
Juju pun memunculkan wajahnya, kemudian mengangguk sambil tersenyum bahagia.
“Maafkan Ibu karena tadi telah memaksa kamu dan berkata kasar..”, “tidak apa-apa bu, saat ini Juju sangat bahagia karena telah mendapat restu dari Ibu dan Bapak”, Juju turun dari rumah pohon memeluk Ibu, kemudian menatap Romrom, “Juju juga akan menunggu kang Romrom datang untuk menepati janjinya”.
“Tapi sebelum kamu kembali ke Desamu, sebaiknya kamu keringkan dulu pakaianmu itu, nak” ucap Bapak.
“Ah, baik, Pak..”, jawab Romrom malu-malu tapi mau... :p
“Oh iya, Ju.. Kemarilah sebentar..”, pinta Romrom pada Juju
Juju pun menghampiri Romrom dengan sedikit malu-malu, lalu Romrom mengambil sepatu butut tadi kemudian memakaikannya ke kaki Juju. Juju tersentak, kaget, malu dan senang...Ia pun berterima kasih pada Romrom, “ah, terima kasih, kang..”, dengan wajah bersemu merah. Ibu, Bapak dan Romrom tersenyum melihat kejadian yang jarang terjadi ini.
*****
To be continued
Cerpen : Romrom n’ Juju (part 1)
Ini merupakan kisah lama yang sangat lama sekali, saking lamanya narator yang lama diganti dengan narator yang baru. Sepenggal kisah yang dulu pernah diceritakan oleh kakekku. Kisah tentang Romrom n’ Juju. Sedikit mirip kisah Romeo n’ Juliet memang, liat aja judulnya juga mirip. Begini kisahnya...
Suatu hari di Desa Suka-suka, lahirlah seekor kambing jantan dengan muka melas (???) eh, maksudnya lahirlah seorang puteri dari sepasang petani timun. Puteri kecilnya lahir di pinggir jurang Jumella, karena waktu itu si ibu nekat ngidam piknik di pinggir jurang, dan karena lahirnya bulan Juni hampir Juli, diberilah nama Junillia kepada puterinya (disingkat Juju).
Juju lahir di pinggir jurang, artinya dia adalah seorang pelaut (???!!!). Yaa karena lahir di tempat yang tidak se-lazim-nya, Juju memiliki kepribadian yang tegar, dan kuat (bukan supermen ya). Selain itu Juju juga terkenal sebagai kembang desa di Desa Suka-suka karena parasnya yang cantik juga kebaikan hatinya. Berita tentang kembang desa yang satu ini sampai ke desa-desa sebelah. Ternyata, di Desa Suka Kamu ada seorang pria yang merupakan anak kepala desa mendengar berita tersebut. Karena penasaran, pria yang kerap di sapa Romrom ini memulai perjalanannya menuju Desa Suka-suka. Tapi sebelumnya Romrom pamit dulu sama Ibu dan Bapak, pamitnya mau maen ke rumah temen padahal mau nyamper cewek...
*****
Juju tidak mengetahui bahwa dirinya saat ini merupakan buah bibir sampai ke desa tetangga, kalau dia tau, pasti makin narsis. Keluarga Juju yang merupakan keluarga biasa-biasa saja dan tergolong biasa aja gitu, sedang asik kumpul makan bersama di teras rumah. Mereka asik ngelalap timun sama kemangi pake sambel terasi (sedeeep beneeer), tiba-tiba Ibu Juju memulai pembicaraan, “Ju, tadi kamu udah motong-motong berapa timun yang buat acar, Ju?”. Juju menjawab dengan polosnya, “ehm, sudah satu, dua, tiga, empat, lima,,, aduuh Juju lupa Bu. Juju itung dulu deh Bu...”. “Etdah, apa yang mau diitung, Ju? Lah kan timunnya udah kamu cincang-cincang, begimana ngitungnya coba?”, Bapak nyelak duluan sebelun Juju ngacir ke dapur. “Oh iya Pak, Juju lupa... hehehe...”, cengir si Juju. “Iye, maksud Ibu tadi udah berapa kilo timun yang kamu potong tadi, Ju??”, kata Ibu. “Kayaknya ada empat kiloan, Bu...”, jawab Juju. “Ehm...”, Ibu mendehem doang.
Tiba-tiba suasana jadi berasa nggak enak pas Ibu bilang..... “Ju, kamu tau nggak orang yang mesen acar timun kita ini?”, tanya Ibu. Juju diam sejenak, konsentrasi, tatap mata Juju.....lalu menjawab, “ooh, kang Ojan kan, Bu?”. “Iya, Ojan. Ojan sekarang jadi pebisnis loh, Ju. Hebat ya dia”, kata Ibu, promosi. “Wah, iya hebat... Isterinya kayak apa ya, Bu?”, tanya Juju iseng. “Yang pasti mah, isteri orang seperti Ojan pasti cantik, baik hati, tidak sombong serta rajin menabung, Ju. Ya seperti kamu gitu calon isterinya Ojan.”, sambil melirik Bapak yang lahap ngelalap. Kenapa si Ibu ya??, batin Bapak. Juju masih membayangkan isteri Ojan sambil cengengesan gak sadar.
*****
Di sisi lain, Romrom yang sedang dalam perjalanan menuju Desa Suka-suka mendapat sedikit trouble, nih! “wah! Ada nenek nyebrang!!!”, Romrom kaget melihat kemunculan nenek bertudung hitam itu tiba-tiba muncul di tengah jalan. CKIIIITTT....... otomatis Romrom menghentikan keledainya yang mirip kuda itu. Terjungkalah Romrom, lalu jatuh tepat di atas pup kerbau #iiuuuuhh. Aappeeesss~ batin Romrom dalam hati. Nenek tadi lalu menghampiri Romrom yang celemotan “itu” kerbau dan berkata, “cu, kamu tidak apa-apa, cu? Maafkan nenek ya, cu... hihiihiihiih”. Hih?! Nenek ketawanya serem amat... batinnya lagi. “ah, nggak apa-apa nek. Kebetulan di sana ada sungai, saya bisa bersihkan “ini” kerbau di sana.” Sambil tersenyum lalu menuju sungai Romrom langsung mencuci wajah dan rambutnya dengan sabun cuci muka. “Puaahh, segaaarr....”, kata Romrom seusai cuci muka. Ia kaget karena nenek tadi masih ada di dekat keledainya. “loh, nek, kok masih di sini? Saya fikir nenek sudah pulang”, tanyanya. Nenek itu tersenyum lalu mengeluarkan sebuah apel merah kemudian di berikannya kepada Romrom yang sedang bingung itu. Semakin bingunglah si Romrom, Lah, kenapa nenek ini malah ngasih saya apel? Terima nggak ya??? Seperti bisa membaca apa yang Romrom fikirkan, sang nenek berkata, “Terimalah, cu. Ini sebagai permintaan maaf nenek karena membuatmu kaget, hihihihiiih”, “ehm, tidak apa-apa kok nek..”, sambil tersenyum Romrom menolak dengan halus. Tapi nenek tidak menyerah, “terimalah, karena ini bukan apel biasa. Mungkin apel ini bisa membantumu jika suatu saat kau membutuhkannya”, jelas si nenek. Nenek lalu mengeluarkan kantung dan menaruh apel tadi ke dalamnya, beliau mengeluarkan apel lagi lalu berkata, “ini sebagai permintaan maaf karena sudah membuatmu jatuh di atas “itu” kerbau, hihihihiiih”, beliau masukan lagi ke dalam kantung, lalu mengeluarkan satu apel lagi, tapi sebelum nenek angkat bicara, Romrom menyela, “ah, maaf nek. Nenek punya kantong doraemon ya? Nenek kan nggak bawa tas, kok bisa ngeluarin apel? Tiga buah pula...ckckck”, decaknya kagum. “hihihihiiih, bukan, cu.. nenek sebenernya bawa tas ransel nih di belakang”, sambil nunjuk ke punggungnya. “oalaah, saya kira itu punggung nenek yang udah osteroporosis...”, BUUUGG!! “sembarangan kamu, cu!!”. Nenek memberikan kantung yang berisi tiga buah apel ajaib tadi kepada Romrom yang benjol di keplak tas ransel yang isinya apel semua. Sambil berlalu pergi, nenek berkata, “berikan apel-apel itu kepada orang-orang yang menentangmu, cu. Jika perkataanmu jujur setulus hati, orang-orang yang menentang perkataanmu pasti akan luluh. Percayalah.....”
Begitu buka mata, si nenek sudah tidak ada. “aduuh nek, kemana si nenek ngilang cepet bener..ckck, hebat..”, sambil meringis ngusap-ngusap benjol.
Romrom menyimpan apelnya lalu melanjutkan berjalanan. Satu kilometer kemudian sampailah Ia di depan rumah Juju. Segera Romrom mengetuk pintu rumah Juju yang emang udah agak reot, TOK TOK TOOK... “yaaa...??”, muncul sahutan dari samping rumah. Ternyata itu Juju!! Romrom terpesona pada pandangan pertamanya melihat Juju yang datang menghampirinya. Romrom tidah dapat mengendalikan fikirannya, tanpa ia sadari bahwa mulutnya terbuka nganga (awas kemasukan laler). “Maaf, akang cari siapa ya?”, tanya Juju yang heran melihat pria itu ngalamun. “Eh, ya? Kenapa? Aduh.. Anu..”, Romrom gelagapan grogi. Wah, bener-bener deh, baru kali ini ada wanita secantik dia... Inikah rasanya jatuh cinta pada pandangan pertama??, ucap Romrom dalam hati sambil senyum-senyum.
Juju agak bingung dengan kelakuan pria ganteng (Romrom memang lumayan ganteng ceritanya) di hadapannya itu. Tapi, semakin Juju memperhatikan wajah Romrom, Ia seperti terhisap kedalamnya... Romrom laksana spons yang meresap Juju ke dalam hatinya. Juju pun merasakan rasa yang lucu dan menggeletik dari dalam hatinya. “juu.... Jujuuuu...!! JUJUUUU!!!!”, teriak Ibu dari kebon timun. “Astaga, Ibu?? Iya, Bu, ada apaa??”, sahut Juju. Juju baru saja ingin pergi meninggalkan pria asing tadi, tapi, belum sempat Juju menghampiri Ibunya, ditariklah tangan Juju oleh Romrom... “Tunggu....”, pintanya. “Ada apa? Tapi saya dipanggil Ibu saya”, elak Juju. “Sebentar. Perkenalkan, saya Rommy. Boleh saya tahu namamu wahai bidadari yang turun ke hatiku?”, pinta Romrom sebentar. Dengan agak tersipu, Juju menjawab, “aku Junillia...”, Juju pun berlari ke dapur menghampiri Ibunya.
Wajahku kenapa panas beginii...??, batin Juju sambil memegangi wajahnya yang merah merona. Tapi, Ibu Juju yang melihat semua kejadian tadi tidak mau tinggal diam. Ibu bertanya dengan sedikit jutek, “Juju, siapa pria asing tadi? Sepertinya bukan dari Desa sini! Ada urusan apa dia??”. “Juju juga kurang tahu, Bu. Tadi aku cuma bicara sebentar sampai Ibu memanggil Juju tadi”, jawabnya. “Kamu tahu tidak? Tidak baik bicara dengan orang asing.... ngerti?!”, ucap Ibu tegas. “Iya, Bu. Tapi perasaan Juju bilang kalau dia bukan pria jahat, Bu”, ucap Juju dengan polosnya. “Fikiran orang mana kita tahu, sih, Ju.”, cela Ibu. Juju terdiam #speechless. “Mending sama yang pasti-pasti ajalah, Ju... Ojan tuh orangnya baik, masa depannya juga terjamin..... Masa depan Ojan jelas, jelas-jelas dia bisnismen, udah jelas punya uang.... Lebih baik kamu coba pacaran sama Ojan, Ju”, promo lagi nih Ibu. “tapi Juju nggak ada perasaan khusus ke kang Ojan, Bu..”
“euleuh euleuh... perasaan khusus mah lama-lama juga timbul! Coba dulu lah kamu pedekate sama Ojan...”
“tapi, Bu........”
“nggak ada tapi-tapian. Kamu tunggu di sini, jangan ke depan!”, lalu Ibu berjalan ke depan menghampiri Romrom.
“ah, selamat siang, Bu...”, sapa Romrom basa-basi
“kamu siapa? Ada urusan apa di rumah saya?”, tanya Ibu tanpa basa-basi
“perkenalkan, Bu, nama saya Rommy. Saya dari Desa Suka Kamu. Iya, saya ke sini karena ingin bertemu dengan kembang desa Suka-suka yang sedang jadi buah bibir..”, jelas Romrom
“Oh, dari desa sebelah..pantas Ibu nggak pernah lihat kamu di sini. Sudah ketemu kan sama anak saya yang kembang desa Suka-suka?” ucap Ibu tegas
Sambil cengar-cengir Romrom menjawab, “iya, sudah, Bu..”
“terus mau apa lagi kamu?”, rada jutek nih Ibu nanyanya..
“begini, Bu, saya suka sama Junillia anak Ibu. Saya ingin langsung melamar Junillia, bu..”, pinta Romrom baik-baik kepada Ibu Juju.
“oo, tidak bisa. Juju sudah saya jodohkan dengan bisnismen dari desa sini. Lebih baik kamu pulang saja sana!” tegasnya
“tapi, kan baru dijodohkan. Sementara saya ingin melamarnya, Bu..”, pinta Romrom
“PULANG..!!!”, Ibu Juju naik darah
Teringat perkataan nenek yang bawa ransel tadi, Romrom mengeluarkan kantung apelnya dan mengeluarkan sebuah apel yang kemudian diberikannya kepada Ibu Juju sambil berkata, “kalau begitu, ini ada oleh-oleh dari saya untuk Ibu..”
“apa-apaan kamu memberi saya apel hanya sebuah?!!”, Ibu Juju merasa terhina dan marah
“tapi ini bukan apel biasa, bu. Apel ini rasanya manis seperti ketulusan saya yang ingin meminang puteri Ibu, dan apel ini khusus saya berikan hanya untuk Ibu. Setelah Ibu menerima apel ini, saya akan pergi..”, jelas Romrom dengan wajah agak kecewa karena mendapatkan Ibu Juju yang tidak setuju...
“baiklah! Tapi setelah ini kamu pergi..!”, Ibu mengambil apel tersebut dari tangan Romrom dengan kasar, dan Romrom menjawab, “iya”.
Sebenarnya sejak tadi, Bapak dan Juju mengintip dari balik jendela rumah. Juju sedih, karena pria yang membuat hatinya menggelitik akan segera pergi. Juju berlari ke rumah pohonnya di pinggir sungai, duduk di sana sambil termenung membayangkan dirinya berpacaran dengan pria kamseupay sejenis Ojan, meskipun Ojan kaya tapi bukan kekayaan yang Juju inginkan. Juju hanya ingin perasaan lucu yang menggelitik itu muncul, tapi hanya pada Rommy-lah perasaan itu muncul. Untuk pertama kalinya, Juju, gadis tegar ini menitikkan air matanya.
*****
To be continued
Cerpen : The Freakin’ Day
Hal-hal yang menurut gw aneh akan gw ceritain di sini. Suatu hari gw mengalami kejadian-kejadian aneh yang gak biasa dan rada’ nyeleneh terjadi dalam satu hari. Ceritanya dimulai dari pengenalan diri gw yang nyentrik ini, nickname gw Yudi, ya pangging aja Yudi, nah gw mau flashback dikit nih.. Begini ceritanya..
Suatu hari, mungkin tanggal 10 April, terbentuklah suatu planning. Rencananya hari minggu tanggal 15 April mau ngumpul bareng di rumah salah satu temen gw (Danny). Gw ngabarin yang lainnya via SMS, tapi hasilnya ada satu orang anggota yang gak bisa ikut, si Rendy. Padahal yang lain pada bisa, seperti si Galih, Andreas, Danny, dan gw. Otomatis, hari ngumpul kita undur jadi tanggal 22. Tapi si Rendy ngusulin jalan dan makan-makan aja di luar, tadinya gw pikir dia mau traktir kan bentar lg ultahnye, eeh ternyata kaga! Dasar... Kita votting lagi nih pada bisa atau nggak kalau maen ke mall. Jawabannya, Danny dan Galih bisa, tapi Andreas gak bales SMS gw... Gak ada pulsa kali nih anak? Andreas nanti gw tanya lagi deh, trs gw nanya lagi sama yang lain, pada mau maen ke mana? Rendy ngusulin ke mall Ciputra, Danny juga milih mall itu, sementara Galih setuju-setuju aja, nah si Andreas gak bales-bales SMS gw. Sampai pada hari H-2 gw masih belum dapet kabar dari Andreas.
H-1, Andreas baru ngabarin gw, akhirnya! Tapi sayangnya dia gak bisa ikut! Sebenernya gw ngerasa gak enak sama Andreas, karena waktu Rendy gak bisa ikut gw ganti haru ngumpul, sementara saat Andreas gak bisa ikut, kita tetep jalan. Sebenernya bukan maksud gw gak ada Rendy gak rame dan gak ada lo tetep rame, gak gitu jg Ndre. Gak ada lo tetep gak rame, Ndre! Gw harap besok-besoksaat kita ngumpul lagi, gak ada yang absen (alfa)! Haha..
Hari H!! Pagi-pagi gw mandi langsung cabut ngangkot dan ngebusway (exactly “nge-trans jakartaan!”), tapi rasanya kepanjangan kalo nyebutnya gitu. Dari ngangkot moving ke bus traja, dan sebenernya gw kesiangan nih! And then, sampe juga di halte tujuan gw dengan selamat. Yap, halte Bundaran Hotel Indonesia, yang ada kolem bunder gede di tengah-tengah jalan protokol dan di tengah kolem itu ada semacam tugu menjulang tinggi ke atas yang di puncaknya terdapat dua patung yang katanya patung selamat datang. Ciri-ciri bundaran H.I ini khas banget! Kalau lo mau ke H.I, Grand Indonesia atau pun Plaza Indonesia, lo gak bakal nyasar karena ke-khas-an H.I ada di kolem itu. Lagi pula, kebangetan kalau orang Jakarta gak tau H.I (Bundaran H.I).
Dari H.I gw lanjut jalan lagi ke rumah Rendy, lumayan deket sih kalau jalan, itung-itung olahraga. Sekitar 15-20 menit gw udah sampe di rumah Rendy, tapi dia belum siap-siap, baru kelar mandi! Padahal udah gw ingetin tadi di jalan, gw bilang, “lo harus udah siap ye, begitu gw nyanpe rumah lo gak lama kita jalan..”. Tapi beginilah kenyataan hidup yang tidak semanis perkiraan kita para menungso (manusia). Lama dah nih jalan dari rumah Rendy, telat satu jam dari rencana!
Dari rumah Rendy, kita naek motor Rendy, dia yang bawa motornya karena gw belum bikin SIM. Untungnya di jalan gak pake macet. Sampe mall Ciputra gak lebih dari 20menit. Di parkiran gw udah di SMS Galih dan Danny, mereka udah nyampe dari tadi rupanya. Gw telefon Danny buat ngasih tau dia kalau kita udah sampe di parkiran sebentar lagi sampe ke tempat janjian. Karena udah keburu-buru, sampe dalem kita gak naek eskalator tapi naek lift langsung ke 2nd floors. Niatnya kan janjian ketemu di lantai 2 depan lift samping starbucks kafe, eh malah nyasar!! Padahal gw udah bener turun di lantai 2, gak taunya Danny salah ngasih info! Starbucks itu ada di lantai 1! Haha! Setelah calling-callingan akhirnya ketemu juga..
Sampae sana gak langsung pengen makan sih, jadi kita berempat jalan-jalan dulu ngiderin mall sambil ngitungin ubin. Udah agak lama jalan, jadi laper nih, mall Ciputra lumayan gede soalnya meskipun sama Grand Indonesia masih kalah gede. Pada bingung nih mau makan di mana, gw sih terserah lo-lo pada. Diambil lah keputusan makan di Solaria lantai 4 samping XXI. Ok deh, udah lama juga gak ke Solaria. Wah! Penuh ternyata, maklumin aja soalnya lagi jam makan siang. Tapi kita tetep dapet meja gak lama setelah kita masuk. Habis pesen makanan dan minuman, tinggal nunggu pesenan dateng terus makan!!
Pesenan dateeeng!! Tapi seperti biasa, yang dateng minuman duluan. Gak lama kemudian pesenan Danny dateng disusul pesenan gw, Galih dan Rendy. Gw pesen Chicken Gordon Bleu+nasi, hmm, mantab! Chicken Gordon itu enak banget! Menu pertama yang gw pesen waktu pertama kali gw makan di Solaria. Disajiin bareng salad dan mayonaise, di dalem ayamnya diselipin daging asap dan keju mozarella yang bakal bikin lidah lo bergoyang! Pokoknya enak banget deh! Tapi rasanya lebih enak Chiken Gordon Bleu pertama gw, apa karena waktu itu ditraktir ya? Hahaha...
Selesai makan, kita ngobrol-ngobrol tentang banyak hal, tentang kuliah dan pekerjaan masing-masing, juga tentang Aandreas yang gak bisa ikut hari ini. Katanya sih karena ada urusan keluarga. Sayang banget gak ada Andreas, gak lengkap rasanya. Semoga di kesempatan ngumpul berikutnya semua hadir!!
Sudah cukup lama kita ngobrol-ngobrol di Solaria. Dirasa nasi sudah turun ke perut, kita langsung cabut dari sana. Kita lanjut jalan sambil bercanda, belum jauh kita dari Solaria tiba-tiba kita di cegat sama ibu-ibu chinese yang bicara dalam bahasa inggris, gw dan Rendy lumayan ngerti degan apa yang di ucapin ibu itu. Galih dan Danny udah males nanggepin, ibu-ibu itu bilang kalau dia nyasar dan gak tau ini di mana. Rendy yang nyautin, ini di mall Ciputra. Gw liat ibu-ibu ini bawa dus yang gak terlalu gede ada gambar ceweknya dan dia juga ngalungin pena. Setelah cuap-cuap si ibu itu malah promosiin produk yang dia bawa. Katanya bisa ngecilin dan ngurangin lemak di perut tidak sampai 1 tahun. Setelah cukup lama dia cuap-cuap ngejelasin produk-nya, kita di samperin satu orang security yang ada di sekitar situ. Security itu bertanya pada ibu-ibu tadi, “maaf, ini sudah ada izinnya belum?”. Si ibu gak ngerti tuh bapak-bapak ngomong apa. Ibu itu minta ditranslate-in, udah gitu dia minta kita ngomong ke security kalau ibu itu temen kita. Ya ampun! Masa iya gw bawa-bawa nih tante ke mall?! Akhirnya si Rendy nyudahin percakapan, terus bilang kalau kita gak butuh ‘itu’, dan kita harus pergi. And then, gw gak tau lagi gimana nasib ibu-ibu tadi... Ibu-ibu yang aneh, haha...
Gw pikir keanehan itu berhenti sudah setelah gw berpisah dari ibu-ibu sales tadi. Ternyata banyak sales asing yang kayak dia! Gw dan Rendy ngeliat satu orang negro di toilet. Terus gw liat di jalan bapak-bapak chinese bawa-bawa produk gituan juga. Ada lagi nci-nci di eskalator. Ternyata gak Cuma satu yang aneh kayak gitu!! Gw rasa mereka itu nginep di Hotel Ciputra yang emang masih nyambung sama mall-nya dan mereka sekalian ngedarin barang-barang yang berupa produk sliming therapy ke sembarang orang yang mereka temui. Sebenernya produk mereka legal atau nggak sih? Kenapa mesti sembunyi-sembunyi gitu ngedarinnya? Hmm..aneh...
Dari perpisahan tadi dan kejadian aneh selanjutnya, kita pada mau nongkrong di KFC sekedar beli minuman, duduk-duduk ngobrol. Dalam perjalanan ke sana ada dua cewek di depan kita yang gak tau emang beneran searah atau dia ngintilin temen gw si Danny, soalnya salah satu cewek yang pake kacamata ngeliatin Danny terus. Gw rasa dia naksir Danny, karena waktu dia jalan lurus dan kita masih naek eskalator lagi tuh cewek balik lagi dan ikut naek, jadi dia pada di belakang gw, Danny, Galih dan Rendy. Udah gitu, pas kita udah di KFC, tuh cewek lewat depan KFC, kebetulan kita emang mejanya di pinggir, dan cewek itu masih aja ngeliatin Danny. Haha, kalau mau kenalan bilang aja, mbak! Jangan jadi stalker gitu...
Habis dari KFC kita langsung cabut ke rumah masing-masing, tapi gw ngaso dulu di rumah Rendy. Gw pulang sekitar jam 8 kurang dari sana. Gw pamit ke nyokap Rendy terus jalan kayak biasa lewat jalan biasa yang emang biasa aja. Gw naek bus trans jakarta seperti biasa, sambil denger musik pake headphone, naek bus seperti biasa turun di dukuh atas, jalan sepanjang jembatan halte bus, nunggu bus seperti biasa juga di tempat antrian khusus cowok karena udah di pisah antara pintu cewek dan cowok. Tapi di sini mulai aneh... so weird but I don’t care, ‘coz I’ve heard my lovely music in loud volume.
Karena gak kebagian bangku dan gw gak begitu perduli, gw ngelenggang ke depan, duduk di tangga deket pintu darurat depan yang ada di samping kiri pak supir bus trans jakarta. Gw gak denger orang-orang ngomong apa, tapi gw jadi merasa aneh duduk di situ. Apa gw salah duduk di bawah gini? Perasaan dari dulu gak kenapa-kenapa kalau duduk di sini. Tapi gw gak begitu ngurusin, toh gw gak denger karena kuping gw sumpel pake headphone. Udah gitu yang anehnya lagi nih, pak supir ngebut bawa bus-nya, kebelet kali nih supir. Dari dukuh atas ke ragunan Cuma 20 menitan padahal biasanya hampir satu jam perjalanan, haha..
Begitu udah mau nyampe, gw matiin lagu gw dan headphonenya gw kalungin di leher seperti biasa, tapi ada lagi nih yang aneh! Ada cowok yang duduk di pinggir deket tiang yang anehnya kenapa dia ngeliatin gw kayak gak pernah liat orang gitu dah? Gw di liatin dari ujung pala sampe kaki, bener-bener kayak gak pernah liat orang, ckckck...
Tapi untungnya hal-hal aneh yang terjadi cuma sampe situ aja. Selanjutnya gw balik ke rumah dengan normal, berjalan kayak biasa, dan gw sampe rumah dengan selamat.
Rabu, 25 April 2012
LEMONADE TYCOON
PC Game : Lemonade Tycoon
Lemonade Tycoon, merupakan salah satu PC Game (game komputer) yang diperkenalkan oleh Game House. Game ini sudah cukup lama ada, merupakan game simulasi dagang yang khusus menjual es lemon. Lemonade Tycoon cukup menyenangkan karena kita dapat bermain sambil belajar mengelola bisnis menjual es lemon di sini.
Pada awal permainan, anda (player) diberi tiga pilihan dengan dua pilihan mode permainan, yaitu :
1. New Career
2. New Challenge
Pilihan ketiga merupakan Load Game. Dan tersedia juga delapan slot untuk menyimpan permainan yang sedang dimainkan. Game yang sudah disimpan tidak bisa dihapus, tetapi bisa digantikan (replace) kemudian diberi nama baru (rename).
Di bawah ini adalah tampilan Main Menu dalam game Lemonade Tycoon :
Saya akan membahas dua pilihan mode permainan dari game Lemonade Tycoon ini.
1. New Career.
Jika anda ingin memainkan mode New Career, anda akan diberi modal usaha senilai 40.00$. Dengan modal usaha yang anda miliki, pertama-tama anda harus membeli persediaan (supplies) atau stok barang untuk membuat es lemon. Untuk membuat es lemon yang enak dan disukai pelanggan (customer), anda harus membuat takaran yang tepat antara jumlah sari lemon + gula per pitcher (kendi) dan jumlah es batu di tiap gelasnya. Saya akan berbagi sedikit untuk takaran es lemon yang enak dan disukai pelanggan saya adalah :
Marketing.
Anda juga harus bisa mengatur berapa harga es lemon yang akan dijual agar mendapat profit (keuntungan). Untuk mengatur harga es lemon yang akan dijual per gelas, anda bisa mengaturnya di pilihan marketing. Selain untuk mengatur harga (price), di dalam pilihan marketing juga terdapat pilihan advertising untuk membuat iklan di selebaran (brosur), koran, dan televisi. Untuk memasang iklan di brosur harganya berkisar 1.00$ - 9.00$, untuk memasang iklan di koran harganya berkisar 10.00$ - 19.00$, dan untuk memasang iklan di televisi harganya 20.00$ saja.
Anda bisa mengatur harga sesuai dengan perkiraan cuaca hari ini, karena jika harga es lemon anda 2.00$ saja per gelas, es lemon anda akan laku keras jika cuaca panas, bahkan jika cuaca menjadi sangat panas > 40oC, anda bisa menaikkan harganya lagi sampai 5.00$ (harga maksimal). Akan tetapi, jika cuaca dingin sekitar 10oC – 27oC (ditambah hujan) es lemon anda tidak akan laku dengan harga 2.00$, mau tidak mau anda harus menurunkan harga < 2.00$. Anda bisa melihat beberapa perkiraan cuaca berikut ini :
Tetapi anda jangan terpaku pada contoh perkiraan cuaca di atas, karena perkiraan cuaca pada simulasi yang sedang anda mainkan akan berubah secara acak tiap berganti hari (dalam permainan).
Dalam permainan juga terdapat grafik yang menunjukkan tingkat kepopuleran kedai anda dan tingkat kepuasan dari para pelanggan. Untuk menaikkan tingkat kepopuleran, bisa dengan cara memasang iklan di brosur, koran, atau televisi. Dengan demikian akan banyak pelanggan yang membeli es lemon anda. Berikut ini adalah contoh (gambar) tingkat kepopuleran (popularity) dan kepuasan (satisfaction) sebelum dan sesudah dimainkan :
Rent.
Dalam permainan ini juga terdapat beberapa lokasi yang dapat disewa (rent). Lokasi-lokasinya dapat dilihat pada pilihan Rent. Terdapat sepuluh pilihan lokasi yang disewakan untuk kita menjual es lemon, yaitu :
1. The Suburbs 00.00$ / hari
2. The Park 10.00$ / hari
3. Downtown 30.00$ / hari
4. The Train Station 30.00$ / hari
5. The Beach 40.00$ / hari
6. The Mall 50.00$ / hari
7. The Marina 50.00$ / hari
8. The Old Square 100.00$ / hari
9. The Magic Gardens 100.00$ / hari
10. The Hexa-Stad 150.00$ / hari
Upgrades.
Dalam game ini anda bisa meng-upgrade barang-barang dan juga bisa menambahkan karyawan (staff). Untuk meng-upgrade, cukup klik upgrades lalu pilih barang-barang yang ingin di upgrade, setelah itu pilih buy.
Staff.
Pegawai yang dapat anda pekerjakan ada dua pilihan, anda bisa mempekerjakan keduanya dengan membayar mereka per hari. Berikut ini adalah pegawai-pegawainya :
Pilihan Hire untuk mempekerjakannya, dan Fire untuk memecatnya.
Result.
Anda dapat melihat hasil (Result) yang diperoleh hari ini. Di dalam pilihan Result terdapat empat pilihan lainnya, yaitu :
1. Yesterday’s Results (hasil kemarin) : adalah hasil pendapatan bersih dari hasil penjualan kemarin setelah dikurangi stok dan sewa lokasi.
2. Charts (grafik) : adalah grafik yang menunjukan perubahan yang terjadi selama satu bulan menyangkut suhu (temperature), hasil pendapatan (revenues), pengunjung (visitors), dan penjualan (sales).
3. Profit & Loss (laba & rugi) : adalah laba atau rugi yang diperoleh. Laba atau rugi ini akan masuk ke dalam perhitungan neraca pada Balance Sheet.
4. Balance Sheet (neraca) : adalah perhitungan jumlah antara assets yang dimiliki dengan equity. Hasil yang diperoleh haruslah balance (seimbang)
2. New Challenge.
Jika anda ingin memainkan mode New Challenge, cara bermainnya masih sama dengan New Career, hanya saja modal yang diberikan bukan 40.00$ melainkan 280.00$. Di mode Challenge ini, anda diharuskan untuk mendapatkan keuntungan sebanyak-banyaknya hanya dalam kurun waktu satu bulan saja.
Yaap, demikian penjelasan yang dapat saya berikan. Selamat bermain game Lemonade Tycoon.....
Sabtu, 14 April 2012
PERLINDUNGAN HAK KONSUMEN
Secara sederhana, kegiatan perekonomian dilakukan oleh tiga pihak yang biasa kita kenal dengan istilah pelaku-pelaku ekonomi, yakni produsen, distributor, dan konsumen. Demi menjaga kelancaran sirkulasi atau perputaran kegiatan perekonomian di suatu tempat, maka ketiga pelaku tersebut (minimal) harus ikut berperan. Apabila salah satu diantara ketiganya tidak ada, saya yakin kegiatan perekonomian akan sedikit terhambat.
Produsen adalah pelaku ekonomi yang perannya menyediakan sesuatu baik barang maupun jasa dengan cara memproduksi yang nantinya akan dinikmati oleh konsumen.
Distributor adalah pelaku ekonomi yang perannya menyalurkan barang dan jasa yang telah dihasilkan oleh produsen tadi agar dapat sampai ke pihak konsumen. Pihak ini terkait dengan fungsi logistik.
Konsumen adalah pelaku ekonomi yang perannya menggunakan atau mengkonsumsi barang dan jasa dengan tujuan meningkatkan nilai guna dari barang dan jasa tersebut.
Terkait dengan tema di atas yaitu perlindungan atas hak konsumen, pada kesempatan kali ini saya hanya akan membahas mengenai konsumen. Apa saja hak-hak yang dapat diterima oleh konsumen, perlindungan seperti apa yang akan didapatkan oleh konsumen, dan lain-lain.
Berikut ini adalah hak-hak yang dapat diterima oleh konsumen, antara lain :
1. Hak untuk mendapatkan ganti rugi. Pihak produsen bertanggung jawab untuk memberikan ganti rugi jika terjadi kerusakan, pencemaran, dan kerugian konsumen akibat pengonsumsian barang dan jasa yang dihasilkan dan diperjualbelikan.
2. Hak untuk tidak diperlakukan diskriminatif. Konsumen harus mendapatkan pelayanan yang benar dan jujur, serta tidak dibeda-bedakan dalam mendapatkan pelayanan, baik menurut suku, agama, budaya, daerah, pendidikan, maupun status sosial lainnya.
3. Hak untuk mendapatkan pendidikan. Konsumen harus mendapatkan pendidikan yang cukup agar dapat memenuhi peranannya sebagai konsumen yang baik. Untuk itu, produsen juga harus memberikan edukasi yang objektif dan jujur kepada konsumen mengenai barang dan jasa yang mereka tawarkan.
4. Hak atas kenyamanan, keselamatan, dan keamanan. Konsumen berhak mendapatkan kenyamanan, keselamatan, dan keamanan terhadap barang dan jasa yang ditawarkan oleh pihak produsen, termasuk cara barang dan jasa tersebut sampai ke pihak konsumen dan digunakan olehnya.
5. Hak untuk memilih. Konsumen harus diposisikan layaknya seorang raja. Ia berhak memilih barang dan jasa apa saja yang ia inginkan. Tidak boleh ada sedikitpun unsur-unsur pemaksaan kehendak kepada konsumen. Produsen tidak boleh merasa keberatan dan menghalang-halangi konsumen ketika ia memilih suatu barang dan jasa.
6. Hak atas informasi. Konsumen memiliki hak untuk mengetahui apa yang dikerjakan dengan barangnya, sampai di mana pengerjaannya, kapan waktu selesainya barang itu diproduksi, apa bahan utama pembuatannya, dan bagaimana prosedur penggunannya.
7. Hak untuk didengar pendapat dan keluhannya. Hal ini berkaitan dengan kritik dan saran dari konsumen kepada produsen. Produsen yang baik adalah produsen yang mampu menjadi pendengar yang baik pula.
8. Hak untuk mendapatkan advokasi. Konsumen berhak mendapatkan advokasi jika ia merasa ada haknya sebagai seorang konsumen dilanggar dalam penggunaan barang dan jasa produsen dengan jalur-jalur hukum yang benar.
Di Indonesia, dasar hukum yang menjadikan seorang konsumen dapat mengajukan perlindungan adalah :
• Undang Undang Dasar 1945 Pasal 5 ayat (1), pasal 21 ayat (1), Pasal 21 ayat (1), Pasal 27 , dan Pasal 33.
• Undang Undang No. 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen (Lembaran Negara Republik Indonesia tahun 1999 No. 42 Tambahan lembaran Negara Republik Indonesia No. 3821.
• Undang Undang No. 5 tahun 1999 Tentang Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Usaha Tidak Sehat.
• Undang Undang No. 30 Tahun 1999 Tentang Arbritase dan Alternatif Penyelesian Sengketa.
• Peraturan Pemerintah No. 58 Tahun 2001 tentang Pembinaan Pengawasan dan Penyelenggaraan Perlindungan Konsumen.
• Surat Edaran Dirjen Perdagangan Dalam Negeri No. 235/DJPDN/VII/2001 Tentang Penangan pengaduan konsumen yang ditujukan kepada Seluruh dinas Indag Prop/Kab/Kota.
• Surat Edaran Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri No. 795 /DJPDN/SE/12/2005 tentang Pedoman Pelayanan Pengaduan Konsumen.
Adapun beberapa asas yang melandasi perlindungan atas hak konsumen, yaitu :
Asas manfaat Mengamanatkan bahwa segala upaya dalam penyelenggaraan perlindungan ini harus memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi kepentingan konsumen dan pelaku usaha secara keseluruhan.
Asas keadilan Partisipasi seluruh rakyat dapat diwujudkan secara maksimal dan memberikan kesempatan kepada konsumen dan pelaku usaha untuk memperoleh haknya dan melaksanakan kewajibannya secara adil.
Asas keseimbangan Memberikan keseimbangan antara kepentingan konsumen, pelaku usaha, dan pemerintah dalam arti materi atau non materi (spiritual).
Asas keamanan dan keselamatan konsumen Memberikan jaminan atas keamanan dan keselamatan kepada konsumen dalam penggunaan, pemakaian, dan pemanfaatan barang dan jasa yang digunakan atau dikonsumsi.
Asas kepastian hukum Baik pelaku usaha maupun konsumen menaati hukum dan memperoleh keadilan dalam penyelenggaraan perlindungan konsumen, serta negara menjamin kepastian hukum.
Pada kenyataannya, meskipun ada beberapa Undang-undang yang telah mengatur perlindungan tersebut, masih banyak terjadi pelanggaran-pelanggaran atas hak konsumen. Menurut saya, penyebab utama yang pasti adalah adanya persaingan yang tidak sehat diantara para pesaing yaitu produsen, demi mendapatkan keuntungan yang lebih, tanpa memperhatikan hak-hak konsumen yang tidak boleh dilanggar. Selain itu, peran pemerintah yang tercakup di dalam Undang-undang di atas kurang tegas dalam menegakkan perlindungan atas hak konsumen. Contoh kasus yang sering terjadi misalnya banyak makanan dan minuman yang telah melewati masa layak konsumsinya alias kadaluarsa masih tetap diperjualbelikan di mini market atau super market. Hal itu sangat membahayakan bagi konsumen. Bagaimana bila nyawa si konsumen lah yang menjadi taruhannya akibat keracunan. Pemerintah seharusnya tidak hanya mengandalkan sidak (inspeksi mendadak) yang hanya dilakukan sekali-sekali. Sidak bukanlah cara yang efektif dalam menghadapi masalah itu. Pemerintah harus tegas dalam menghakimi siapa saja yang berbuat pelanggaran atas hak konsumen.
Produsen adalah pelaku ekonomi yang perannya menyediakan sesuatu baik barang maupun jasa dengan cara memproduksi yang nantinya akan dinikmati oleh konsumen.
Distributor adalah pelaku ekonomi yang perannya menyalurkan barang dan jasa yang telah dihasilkan oleh produsen tadi agar dapat sampai ke pihak konsumen. Pihak ini terkait dengan fungsi logistik.
Konsumen adalah pelaku ekonomi yang perannya menggunakan atau mengkonsumsi barang dan jasa dengan tujuan meningkatkan nilai guna dari barang dan jasa tersebut.
Terkait dengan tema di atas yaitu perlindungan atas hak konsumen, pada kesempatan kali ini saya hanya akan membahas mengenai konsumen. Apa saja hak-hak yang dapat diterima oleh konsumen, perlindungan seperti apa yang akan didapatkan oleh konsumen, dan lain-lain.
Berikut ini adalah hak-hak yang dapat diterima oleh konsumen, antara lain :
1. Hak untuk mendapatkan ganti rugi. Pihak produsen bertanggung jawab untuk memberikan ganti rugi jika terjadi kerusakan, pencemaran, dan kerugian konsumen akibat pengonsumsian barang dan jasa yang dihasilkan dan diperjualbelikan.
2. Hak untuk tidak diperlakukan diskriminatif. Konsumen harus mendapatkan pelayanan yang benar dan jujur, serta tidak dibeda-bedakan dalam mendapatkan pelayanan, baik menurut suku, agama, budaya, daerah, pendidikan, maupun status sosial lainnya.
3. Hak untuk mendapatkan pendidikan. Konsumen harus mendapatkan pendidikan yang cukup agar dapat memenuhi peranannya sebagai konsumen yang baik. Untuk itu, produsen juga harus memberikan edukasi yang objektif dan jujur kepada konsumen mengenai barang dan jasa yang mereka tawarkan.
4. Hak atas kenyamanan, keselamatan, dan keamanan. Konsumen berhak mendapatkan kenyamanan, keselamatan, dan keamanan terhadap barang dan jasa yang ditawarkan oleh pihak produsen, termasuk cara barang dan jasa tersebut sampai ke pihak konsumen dan digunakan olehnya.
5. Hak untuk memilih. Konsumen harus diposisikan layaknya seorang raja. Ia berhak memilih barang dan jasa apa saja yang ia inginkan. Tidak boleh ada sedikitpun unsur-unsur pemaksaan kehendak kepada konsumen. Produsen tidak boleh merasa keberatan dan menghalang-halangi konsumen ketika ia memilih suatu barang dan jasa.
6. Hak atas informasi. Konsumen memiliki hak untuk mengetahui apa yang dikerjakan dengan barangnya, sampai di mana pengerjaannya, kapan waktu selesainya barang itu diproduksi, apa bahan utama pembuatannya, dan bagaimana prosedur penggunannya.
7. Hak untuk didengar pendapat dan keluhannya. Hal ini berkaitan dengan kritik dan saran dari konsumen kepada produsen. Produsen yang baik adalah produsen yang mampu menjadi pendengar yang baik pula.
8. Hak untuk mendapatkan advokasi. Konsumen berhak mendapatkan advokasi jika ia merasa ada haknya sebagai seorang konsumen dilanggar dalam penggunaan barang dan jasa produsen dengan jalur-jalur hukum yang benar.
Di Indonesia, dasar hukum yang menjadikan seorang konsumen dapat mengajukan perlindungan adalah :
• Undang Undang Dasar 1945 Pasal 5 ayat (1), pasal 21 ayat (1), Pasal 21 ayat (1), Pasal 27 , dan Pasal 33.
• Undang Undang No. 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen (Lembaran Negara Republik Indonesia tahun 1999 No. 42 Tambahan lembaran Negara Republik Indonesia No. 3821.
• Undang Undang No. 5 tahun 1999 Tentang Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Usaha Tidak Sehat.
• Undang Undang No. 30 Tahun 1999 Tentang Arbritase dan Alternatif Penyelesian Sengketa.
• Peraturan Pemerintah No. 58 Tahun 2001 tentang Pembinaan Pengawasan dan Penyelenggaraan Perlindungan Konsumen.
• Surat Edaran Dirjen Perdagangan Dalam Negeri No. 235/DJPDN/VII/2001 Tentang Penangan pengaduan konsumen yang ditujukan kepada Seluruh dinas Indag Prop/Kab/Kota.
• Surat Edaran Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri No. 795 /DJPDN/SE/12/2005 tentang Pedoman Pelayanan Pengaduan Konsumen.
Adapun beberapa asas yang melandasi perlindungan atas hak konsumen, yaitu :
Asas manfaat Mengamanatkan bahwa segala upaya dalam penyelenggaraan perlindungan ini harus memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi kepentingan konsumen dan pelaku usaha secara keseluruhan.
Asas keadilan Partisipasi seluruh rakyat dapat diwujudkan secara maksimal dan memberikan kesempatan kepada konsumen dan pelaku usaha untuk memperoleh haknya dan melaksanakan kewajibannya secara adil.
Asas keseimbangan Memberikan keseimbangan antara kepentingan konsumen, pelaku usaha, dan pemerintah dalam arti materi atau non materi (spiritual).
Asas keamanan dan keselamatan konsumen Memberikan jaminan atas keamanan dan keselamatan kepada konsumen dalam penggunaan, pemakaian, dan pemanfaatan barang dan jasa yang digunakan atau dikonsumsi.
Asas kepastian hukum Baik pelaku usaha maupun konsumen menaati hukum dan memperoleh keadilan dalam penyelenggaraan perlindungan konsumen, serta negara menjamin kepastian hukum.
Pada kenyataannya, meskipun ada beberapa Undang-undang yang telah mengatur perlindungan tersebut, masih banyak terjadi pelanggaran-pelanggaran atas hak konsumen. Menurut saya, penyebab utama yang pasti adalah adanya persaingan yang tidak sehat diantara para pesaing yaitu produsen, demi mendapatkan keuntungan yang lebih, tanpa memperhatikan hak-hak konsumen yang tidak boleh dilanggar. Selain itu, peran pemerintah yang tercakup di dalam Undang-undang di atas kurang tegas dalam menegakkan perlindungan atas hak konsumen. Contoh kasus yang sering terjadi misalnya banyak makanan dan minuman yang telah melewati masa layak konsumsinya alias kadaluarsa masih tetap diperjualbelikan di mini market atau super market. Hal itu sangat membahayakan bagi konsumen. Bagaimana bila nyawa si konsumen lah yang menjadi taruhannya akibat keracunan. Pemerintah seharusnya tidak hanya mengandalkan sidak (inspeksi mendadak) yang hanya dilakukan sekali-sekali. Sidak bukanlah cara yang efektif dalam menghadapi masalah itu. Pemerintah harus tegas dalam menghakimi siapa saja yang berbuat pelanggaran atas hak konsumen.
Langganan:
Postingan (Atom)










