Rabu, 26 Desember 2012

Resensi Novel “Perahu Kertas” Karya Dewi Lestari (Dee)


Nama   : Rio Wahyudi
Kelas   : 3EB01
NPM   : 26210011
Resensi Novel “Perahu Kertas” Karya Dewi Lestari (Dee)
Sinopsis:
Kisah ini dimulai dengan Keenan, seorang remaja pria yang baru lulus SMA, yang selama enam tahun tinggal di Amsterdam bersama neneknya. Keenan memiliki bakat melukis yang sangat kuat, dan ia tidak punya cita-cita lain selain menjadi pelukis, tapi perjanjiannya dengan ayahnya memaksa ia meninggalkan Amsterdam dan kembali ke Indonesia untuk kuliah. Keenan diterima berkuliah di Bandung, di Fakultas Ekonomi.
Di sisi lain, ada Kugy, cewek unik cenderung eksentrik, yang juga akan berkuliah di universitas yang sama dengan Keenan. Sejak kecil, Kugy menggila-gilai dongeng. Tak hanya koleksi dan punya taman bacaan, ia juga senang menulis dongeng. Cita-citanya hanya satu yaitu ingin menjadi juru dongeng. Namun Kugy sadar bahwa penulis dongeng bukanlah profesi yang meyakinkan dan mudah diterima lingkungan. Tak ingin lepas dari dunia menulis, Kugy lantas meneruskan studinya di Fakultas Sastra.
Kugy dan Keenan dipertemukan lewat pasangan Eko dan Noni. Eko adalah sepupu Keenan, sementara Noni adalah sahabat Kugy sejak kecil. Terkecuali Noni, mereka semua hijrah dari Jakarta, lalu berkuliah di universitas yang sama di Bandung. Mereka berempat akhirnya bersahabat karib.
Lambat laun, Kugy dan Keenan, yang memang sudah saling mengagumi, mulai mengalami transformasi. Diam-diam, tanpa pernah berkesempatan untuk mengungkapkan, mereka saling jatuh cinta. Namun kondisi saat itu serba tidak memungkinkan. Kugy sudah punya kekasih bernama Joshua. Sementara Keenan saat itu dicomblangkan oleh Noni dan Eko.
Persahabatan empat sekawan itu mulai merenggang. Kugy lantas menenggelamkan dirinya dalam kesibukan baru, yakni menjadi guru relawan di sekolah darurat bernama Sakola Alit. Di sanalah ia bertemu dengan Pilik, muridnya yang paling nakal. Pilik dan kawan-kawan berhasil ia taklukkan dengan cara menuliskan dongeng tentang kisah petualangan mereka sendiri, yang diberinya judul “Jenderal Pilik dan Pasukan Alit”. Kugy menulis kisah tentang murid-muridnya itu hampir setiap hari dalam sebuah buku tulis, yang kelak ia berikan pada Keenan.
Kedekatan Keenan dengan Wanda (seorang yang membantu Noni dan Eko dalam mencomblangi Keenan dan Kugy), yang awalnya mulus pun mulai berubah. Keenan disadarkan dengan cara yang mengejutkan bahwa impian yang selama ini ia bangun harus kandas dalam semalam. Dengan hati hancur, Keenan meninggalkan kehidupannya di Bandung, dan juga keluarganya di Jakarta. Ia lalu pergi ke Ubud, tinggal di rumah sahabat ibunya, Pak Wayan.
Masa-masa bersama keluarga Pak Wayan, yang semuanya merupakan seniman-seniman sohor di Bali, mulai mengobati luka hati Keenan pelan-pelan. Sosok yang paling berpengaruh dalam penyembuhannya adalah Luhde Laksmi, keponakan Pak Wayan. Keenan mulai bisa melukis lagi. Berbekalkan kisah-kisah Jenderal Pilik dan Pasukan Alit yang diberikan Kugy padanya, Keenan menciptakan lukisan serial yang menjadi terkenal dan diburu para kolektor.
Kugy, yang juga sangat kehilangan sahabat-sahabatnya dan mulai kesepian di Bandung, menata ulang hidupnya. Ia lulus kuliah secepat mungkin dan langsung bekerja di sebuah biro iklan di Jakarta sebagai copywriter. Di sana, ia bertemu dengan Remigius, atasannya sekaligus sahabat abangnya. Kugy meniti karir dengan cara tak terduga-duga. Pemikirannya yang ajaib dan serba spontan membuat ia melejit menjadi orang yang diperhitungkan di kantor itu.
Namun Remi melihat sesuatu yang lain. Ia menyukai Kugy bukan hanya karena ide-idenya, tapi juga semangat dan kualitas unik yang senantiasa terpancar dari Kugy. Dan akhirnya Remi harus mengakui bahwa ia mulai jatuh hati. Sebaliknya, ketulusan Remi juga akhirnya meluluhkan hati Kugy.
Sayangnya, Keenan tidak bisa selamanya tinggal di Bali. Karena kondisi kesehatan ayahnya yang memburuk, Keenan terpaksa kembali ke Jakarta, menjalankan perusahaan keluarganya karena tidak punya pilihan lain.
Pertemuan antara Kugy dan Keenan tidak terelakkan. Bahkan empat sekawan ini bertemu lagi. Semuanya dengan kondisi yang sudah berbeda. Dan kembali, hati mereka diuji. Kisah cinta dan persahabatan selama lima tahun ini pun berakhir dengan kejutan bagi semuanya. Akhirnya setiap hati hanya bisa kembali pasrah dalam aliran cinta yang mengalir entah ke mana. Seperti perahu kertas yang dihanyutkan di parit atau sungai, tapi selalu bermuara di tempat yang sama. Meski kadang pahit, sakit, dan meragu, tapi hati sesungguhnya selalu tahu.
Kelebihan:
  • Dikemas dalam sebuah cerita yang sangat menarik bagi para pembacanya, khususnya kalangan remaja, karena novel ini menggunakan bahasa pergaulan sehari-hari.
  • Tidak hanya menceritakan masalah percintaan, melainkan juga tentang persahabatan dan cita-cita.
  • Memuat berbagai pengalaman dan motivasi hidup tentang perjuangan dan semangat dalam menggapai cita-cita dan kesetia-kawanan.
  • Diwarnai oleh pergelutan idealisme, tawa, tangis, dan cinta. Semua dikemas secara rapi oleh Dee sehingga meninggalkan bekas yang mendalam setelah membaca novel ini.
Kekurangan:
  • Terlalu banyak setting tempat yang digunakan sehingga pembaca menjadi bingung dalam memahami jalan ceritanya.
  • Di beberapa bagian cerita kurang menarik sehingga menimbulkan kebosanan pembacanya dalam mendalami novel.
  • Kurang menantangnya dalam hal percintaan.

Selasa, 20 November 2012

tugas karangan ilmiah


Pengaruh Keadaan Geografis (Iklim) terhadap Tingkat Penjualan Pakaian
TUGAS KARANGAN ILMIAH
Disusun guna memenuhi tugas mata kuliah softskill Bahasa Indonesia 2
dengan dosen Ibu Desi Restiani



                                                Disusun oleh:
                                                Nama              : Rio Wahyudi
                                                Kelas               : 3EB01
                                                NPM               : 26210011

FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS GUNADARMA
DEPOK
2012


KATA PENGANTAR
            Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa karena atas berkah rahmat dan kasih-Nya penulis dapat menyelesaikan penulisan karangan ilmiah ini yang berjudul “Pengaruh Keadaan Geografis (Iklim) terhadap Tingkat Penjualan Pakaian”.
            Karangan ilmiah ini dibuat dengan tujuan untuk memenuhi tugas mata kuliah softskill Bahasa Indonesia 2 dengan dosen Ibu Desi Restiani dan untuk berbagi pengetahuan kepada para pembaca berupa pengetahuan mengenai beberapa hal yang bisa saja mempengaruhi tingkat penjualan pakaian.
            Dalam penulisan karangan ilmiah ini penulis menyadari akan segala keterbatasan dan kekurangan penulis dalam membuat karangan ilmiah ini. Akhirnya penulis juga mengucapkan banyak terima kasih bagi seluruh pihak yang telah membantu penulis dalam membuat karangan ilmiah ini, baik secara langsung maupun tidak langsung.

Depok, 20 November 2012
Penulis

Rio Wahyudi


BAB I
PENDAHULUAN
I.1 Latar Belakang
            Semua orang pasti memiliki kebutuhan, baik jasmani maupun rohani. Apa sih arti dari kebutuhan itu sendiri? Kebutuhan merupakan salah satu aspek psikologis yang menggerakkan mahluk hidup dalam aktivitas-aktivitasnya dan menjadi dasar (alasan) berusaha. Pada dasarnya, manusia bekerja mempunyai tujuan tertentu, yaitu memenuhi kebutuhan. Kebutuhan tidak terlepas dari kehidupan sehari-hari, selama hidup manusia membutuhkan bermacam-macam kebutuhan, seperti makanan, pakaian, perumahan, pendidikan, dan kesehatan. Kebutuhan dipengaruhi oleh kebudayaan, lingkungan, waktu, dan agama. Semakin tinggi tingkat kebudayaan suatu masyarakat, semakin tinggi / banyak pula macam kebutuhan yang harus dipenuhi.
Menurut tingkatan atau intensitasnya, kebutuhan terbagi ke dalam tiga kelompok, yaitu:
1. Kebutuhan Primer, adalah kebutuhan yang sangat harus terpenuhi, artinya apabila kebutuhan tersebut tidak terpenuhi, maka manusia akan mengalami kesulitan dalam hidupnya. Contohnya adalah sandang berupa pakaian, pangan berupa makanan/minuman, papan berupa tempat tinggal, dan pekerjaan.
2. Kebutuhan Sekunder, adalah kebutuhan yang pemenuhannya setelah kebutuhan primer terpenuhi. Contohnya adalah pendidikan, pariwisata, rekreasi, dan semacamnya.
3. Kebutuhan Tersier, adalah kebutuhan yang dipenuhi setelah kebutuhan primer dan sekunder terpenuhi. Contohnya adalah mobil, motor, komputer, handphone, i-pad, dan lain-lain.
            Terkait dengan judul di atas, pakaian merupakan kebutuhan pokok manusia selain makanan dan tempat berteduh/tempat tinggal (rumah). Manusia membutuhkan pakaian untuk melindungi dan menutup dirinya. Pakaian yang dimaksud adalah pakaian yang layak dan tepat untuk digunakan. Fungsi atau tujuan utama dari adanya pakaian adalah untuk melindungi tubuh manusia, khususnya kulit, dari pengaruh lingkungan luar (eksternal), seperti sinar UV (ultraviolet) matahari. Pada dasarnya tidak sembarang jenis/bahan yang ada pada sebuah pakaian dapat dijadikan pakaian. Maksudnya, apabila pakaian tersebut kurang tepat digunakan pada kondisi tertentu, maka akan menimbulkan beberapa masalah seperti rasa yang tidak nyaman dalam berpakaian atau kulit menjadi sedikit gatal.
            Untuk membuat pakaian baik itu kemeja, kaos, celana, dan lain-lain digunakan berbagai macam jenis kain atau bahan. Biasanya pemilihan jenis kain ini disesuaikan dengan fungsi dari pakaian itu sendiri. Berikut adalah jenis-jenis kain/bahan dalam pembuatan pakaian:
1. Kain Katun
Kain katun adalah jenis kain rajut (knitting) yang berbahan dasar serat kapas. Terdapat jenis kain yang mirip dengan kain katun yaitu kain PE. Cara mudah membedakannya adalah apabila kain katun dibakar maka baunya seperti kertas atau kayu dibakar dan akan menjadi abu.
Keunggulan:
1. Tidak kisut apabila dicuci
2. Tidak luntur untuk bahan berwarna
3. Mudah disablon
4. Menyerap keringat
5. Tidak berbulu
Untuk bahan kaos oblong sendiri banyak menggunakan jenis katun kombed, atau katun kardet. Banyak kaos-kaos distro di Indonesia yang menggunakan jenis combed cotton 20s atau 30s.
2. Kain Pique atau sering disebut lacoste
Kain lacoste pique biasa digunakan untuk membuat kaos polo/kerah/wangki. Untuk membuat kaos kerah tersebut biasanya digunakan kerah jadi. Kerah jadi adalah bahan kerah yang sudah jadi diproduksi oleh pabrik dan tinggal jahit. Kerah bikin adalah kerah yang dibuat sendiri oleh tukang jahit dengan menggunakan bahan yang sama dengan bahan kaos (katun kombed dan kardet) dengan menambahkan kain keras di dalamnya.
3. Kain PE
Kain PE (Poly Ester) adalah kain yang tingkatnya berada di bawah katun. Bahan dasarnya adalah benang polyester. Sama dengan katun, PE juga tersedia dalam bentuk bahan kaos oblong, lacoste/adidas, maupun pike. Untuk kain kaos yang berbahan dasar PE bentuk dan teksturnya hampir mirip dengan kain kaos yang berbahan dasar katun (cotton). Cara mudah membedakannya adalah kain PE apabila dibakar maka baunya seperti plastik dibakar, jalan apinya cepat dan akan menjadi arang.
Keunggulan:
Murah
Kelemahan:
Pada beberapa jenis PE untuk bahan kaos, kain ini rawan kisut apabila dicuci dan mudah luntur.
Pada jenis PE untuk bahan sweater, biasanya suka berbulu sesudah beberapa kali dicuci.
4. Light weight wools
Untuk lightweight wools, sesuai dengan namanya, kain wol ini tergolong ringan dan bisa dipadukan dengan apa saja. Jatuhnya di badan pun enak dilihat. Kelebihannya, kain ini awet.
5. Cashmere
Bahan ini tergolong mewah, dengan kualitas prima. Jangan heran bila embel-embel price-tagnya pun tergolong menguras kantung. Dipadukan dengan rok yang elegan ataupun dengan jeans saja, cashmere tetap terlihat mewah dan mahal. Semakin sering dicuci, bahan ini akan semakin halus.
6. Jersey
Untuk bahan satu ini, agar jatuhnya enak dan terlihat oke melekat di lekuk tubuh Anda, pilih yang bahannya agak berat. Satu ukuran lebih besar akan menghindari kesan pakaian melekat ketat yang tidak enak dilihat.
7. Denim
Denim alias bahan jeans. Semakin gelap warnanya, semakin mudah mencari padanannya. Selain itu juga denim yang berwarna gelap akan terlihat lebih rapi dan formal daripada yang terang.
            Keadaan geografis merupakan suatu keadaan yang secara alamiah terjadi di bumi. Keadaan geografis ini meliputi musim dan iklim. Indonesia merupakan negara dengan dua musim yaitu musim hujan dan kemarau.
            Iklim dapat diartikan sebagai kondisi rata-rata cuaca dalam waktu yang panjang. Iklim di bumi sangat dipengaruhi oleh posisi matahari terhadap bumi. Terdapat beberapa klasifikasi iklim di bumi yang ditentukan oleh letak geografis. Iklim yang dikenal di Indonesia ada tiga, antara lain:
1. Iklim Musim
2. Iklim Tropika (tropis), terjadi karena Indonesia terletak di sekitar garis khatulistiwa. Akibatnya, Indonesia termasuk daerah tropika (panas).
3. Iklim Laut, terjadi karena Indonesia adalah negara kepulauan. Sebagian besar tanah daratan Indonesia dikelilingi oleh lautan atau samudera. Itulah sebabnya di Indonesia terdapat iklim laut. Sifat dari iklim ini yaitu lembab dan banyak mendatangkan hujan, sehingga cenderung lebih dingin daripada daerah yang berada pada iklim tropika.
I.2 Tujuan Penulisan
1. Untuk memenuhi tugas mata kuliah Softskill (Bahasa Indonesia 2).
2. Untuk memberikan informasi kepada para pembaca tentang pengaruh iklim terhadap pakaian.
3. Untuk memberikan informasi mengenai jenis-jenis kain/bahan yang cocok untuk kondisi tertentu.




BAB II
PEMBAHASAN
II.1 Hipotesa
Alat uji hipotesa yang diasumsikan dalam karangan ilmiah ini menggunakan analisis uji kebebasan Chi Kuadrat.
Ho (hipotesa nol)                    : Tidak ada hubungan antara keadaan geografis dan pakaian
Ha (hipotesa alternatif)           : Ada hubungan antara keadaan geografis dan pakaian
Hasil hipotesa ditentukan oleh:
1. χ2  hitung ≤ χ2 tabel = Ho Diterima / Ha Ditolak
2. χ2  hitung > χ2 tabel = Ho Ditolak / Ha Diterima
Dalam karangan ilmiah ini diasumsikan bahwa hasil untuk pengujian Chi Kuadrat untuk masing-masing variabel adalah sebagai berikut:
Pengaruh keadaan geografis (iklim) terhadap jenis kain / bahan pakaian yang akan digunakan, diasumsikan χ2  hitung > χ2 tabel, dengan keputusan Ho ditolak / Ha diterima.









BAB III
PENUTUP
III.1 Simpulan
            Berdasarkan hasil asumsi hipotesa di atas, maka dapat diambil sebuah simpulan bahwa ada hubungan antara keadaan geografis (iklim) dan pakaian. Dengan kata lain, keadaan geografis (iklim) dapat memberikan pengaruh terhadap jenis kain / bahan pakaian yang akan digunakan. Bagi masyarakat yang bertempat tinggal di daerah yang panas (tropis), maka pakaian yang tepat untuk dijual adalah pakaian yang berbahan tipis, yang mudah untuk menyerap keringat. Sebaliknya bagi masyarakat yang bertempat tinggal di daerah yang lebih dingin dan lembab seperti di daerah pesisir pantai dan pegunungan, maka pakaian yang tepat untuk dijual adalah pakaian yang berbahan lebih tebal. Apabila kondisi yang seperti demikian dapat dimanfaatkan dengan seoptimal mungkin, bukan mustahil akan mempengaruhi tingkat penjualan pakaian. Oleh karena itu, kita harus bisa menyesuaikan pakaian yang akan dijual dengan keadaan geografis (iklim) yang berpengaruh di lingkungannya.

Senin, 15 Oktober 2012

Pernalaran Deduktif

Nama : Rio Wahyudi NPM : 26210011 Kelas : 3EB01 Pernalaran adalah proses berpikir yang bertolak dari pengamatan indera (pengamatan empirik) yang menghasilkan sejumlah konsep dan pengertian. Berdasarkan pengamatan yang sejenis juga akan terbentuk proposisi–proposisi yang sejenis, berdasarkan sejumlah proposisi yang diketahui atau dianggap benar, orang menyimpulkan sebuah proposisi baru yang sebelumnya tidak diketahui. Proses inilah yang disebut menalar. Dalam penalaran, proposisi yang dijadikan dasar penyimpulan disebut dengan premis (antesedens) dan hasil kesimpulannya disebut dengan konklusi (consequence). Hubungan antara premis dan konklusi disebut konsekuensi. Metode berpikir deduktif adalah metode berpikir yang menerapkan hal-hal yang umum terlebih dahulu untuk seterusnya dihubungkan dalam bagian-bagiannya yang khusus. Contoh: Masyarakat Indonesia konsumtif (umum) dikarenakan adanya perubahan arti sebuah kesuksesan (khusus) dan kegiatan imitasi (khusus) dari media-media hiburan yang menampilkan gaya hidup konsumtif sebagai prestasi sosial dan penanda status sosial. Premis Mayor dan Minor Premis mayor adalah pernyataan umum, sementara premis minor artinya pernyataan khusus. Misalnya: “Semua orang akhirnya akan mati” (premis mayor). “Hasan adalah orang” (premis minor). Oleh karena itu, "Hasan akhirnya juga akan mati" (kesimpulan). Jadi, berfikir deduktif adalah berfikir dari yang umum ke khusus, abstrak ke konkret, dan teori ke fakta. Penarikan simpulan dalam pernalaran deduktif dibagi menjadi dua, yaitu: 1. Penarikan Simpulan Langsung Penarikan simpulan secara langsung adalah penarikan simpulan yang ditarik dari satu premis. Premis yaitu proposisi tempat menarik simpulan. i. Semua S adalah P. (premis) Sebagian P adalah S. (simpulan) Contoh: Semua manusia mempunyai rambut. (premis) Sebagian yang mempunyai rambut adalah manusia. (simpulan) ii. Semua S adalah P. (premis) Tidak satupun S adalah tidak P. (simpulan) Contoh: Semua pistol adalah senjata berbahaya. (premis) Tidak satu pun pistol adalah senjata tidak berbahaya. (simpulan) iii. Tidak satupun S adalah P. (premis) Semua S adalah tidak P. (simpulan) Contoh: Tidak seekor pun gajah adalah jerapah. (premis) Semua gajah adalah bukan jerapah. (simpulan) iv. Semua S adalah P. (premis) Tidak satupun S adalah tidak P. (simpulan) Tidak satupun tidak P adalah S. (simpulan) Contoh: Semua kucing adalah berbulu. (premis) Tidak satu pun kucing adalah tidak berbulu. (simpulan) Tidak satupun yang takberbulu adalah kucing. (simpulan) 2. Penarikan Simpulan Tidak Langsung Untuk penarikan simpulan secara tidak langsung diperlukan premis yang bersifat umum dan khusus. Jenis pernalaran deduksi dengan penarikan simpulan tidak langsung, yaitu: 1. Silogisme Kategorial Silogisme yang terjadi dari tiga proposisi. Hipotesis kondisional yaitu bila premis minornya membenarkan anteseden, simpulannya membenarkan konsekuen. Contoh: • Premis Mayor: Tidak ada manusia yang abadi. • Premis Minor: Socrates adalah manusia. • Simpulan: Socrates tidak abadi. 2. Silogisme Hipotesis Silogisme yang terdiri atas premis mayor yang berproposisi hipotesis kondisional. Ada tiga macam tipe silogisme hipotesis, antara lain: a. Silogisme hipotesis yang premis minornya mengakui bagian anteseden, seperti: Jika hujan, saya naik becak. Sekarang hujan. Jadi saya naik becak. b. Silogisme hipotesis yang premis minornya mengakui bagian konsekuennya, seperti: Bila hujan, bumi akan basah. Sekarang bumi telah basah. Jadi hujan telah turun. c. Silogisme hipotesis yang premis minornya mengingkari anteseden, seperti: Jika politik pemerintah dilaksanakan dengan paksa, maka kegelisahan akan timbul. Politik pemerintahan tidak dilaksanakan dengan paksa, jadi kegelisahan tidak akan timbul. Silogisme hipotetis yang premis minornya mengingkari bagian konsekuennya, seperti: Bila mahasiswa turun ke jalanan, pihak penguasa akan gelisah. Pihak penguasa tidak gelisah, jadi mahasiswa tidak turun ke jalanan. Bila anteseden kita lambangkan dengan A dan konsekuen dengan B, maka hukum silogisme hipotetisnya adalah sebagai berikut: 1) Bila A terlaksana maka B juga terlaksana. 2) Bila A tidak terlaksana maka B tidak terlaksana. (tidak sah = salah) 3) Bila B terlaksana, maka A terlaksana. (tidak sah = salah) 4) Bila B tidak terlaksana maka A tidak terlaksana. Contoh: • Premis Mayor: Jika tidak turun hujan, maka panen akan gagal Premis Minor: Hujan tidak turun Konklusi: Sebab itu panen akan gagal. • Premis Mayor: Jika tidak ada air, manusia akan kehausan. Premis Minor: Air tidak ada. Kesimpulan: Manusia akan kehausan. 3. Silogisme Alternatif Silogisme yang terdiri atas premis mayor berupa proposisi alternatif. Silogisme ini ada dua macam, silogisme disyungtif dalam arti sempit dan silogisme disyungtif dalam arti luas. Silogisme disyungtif dalam arti sempit mayornya mempunyai alternatif kontradiktif, seperti: • la lulus atau tidak lulus. Ternyata ia lulus. Jadi, la bukan tidak lulus. Silogisme disyungtif dalam arti luas premis mayorya mempunyai alternatif bukan kontradiktif, seperti: • Lavitz di rumah atau di pasar. Ternyata tidak di rumah. Jadi, di pasar. Silogisme disyungtif dalam arti sempit maupun arti luas mempunyai dua tipe yaitu:  Premis minornya mengingkari salah satu alternatif, konklusinya adalah mengakui alternatif yang lain.  Premis minor mengakui salah satu alternatif, simpulannya adalah mengingkari alternatif yang lain. 4. Entimen Silogisme ini jarang ditemukan dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam tulisan maupun lisan. Yang dikemukakan hanya premis minor dan simpulan. Rumus entimen sekaligus contohnya: PU (premis umum): Semua A = B: Pegawai yang baik tidak pernah datang terlambat. PK (premis khusus): Nyoman pegawai yang baik. S: Nyoman tidak pernah datang terlambat. Entimen: Nyoman tidak pernah datang terlambat karena ia pegawai yang baik. Referensi: http://id.wikipedia.org/wiki/Penalaran http://fardhinisabila.blogspot.com/2012/03/penalaran-deduktif.html http://cahyanuaink.blogspot.com/2012/03/penalaran-deduktif.html

Rabu, 27 Juni 2012

LEGEND OF DRAGOON

Tentang Addition Sudah capek dengan sistem battle yang banyak digunakan oleh macam-macam game RPG? Di sini Legend Of Dragoon mungkin merupakan hembusan udara segar yang sedang kamu nanti-nantikan. Game ini menuntut pemain untuk aktif dalam pertempuran. Dengan serangan-serangan combo yang dikenal sebagai Addition, pemain harus memasukkan masing-masing pukulan secara manual untuk membentuk sebuah combo. Setelah kamu menyeting setiap karakter untuk menggunakan addition yang kamu inginkan (setiap karakter memiliki tiga sampai tujuh addition yang dapat kamu gunakan dalam game ini), tekan tombol yang benar dan tepat waktu pada pukulan pertama dan selanjutnya untuk menaikkan point. Penerbit : SCEA Pengembang : SCEA Waktu Penyelesaian : 50-60 jam Kelebihan : Addition I. Point Tanda Seru Point tanda seru ini adalah petunjuk yang dapat kamu gunakan sebagai tanda untuk kamu melakukan tindakan selanjutnya. Tindakan tersebut bisa berupa melompat, mendaki, menaikki, menuruni, dan lain sebagainya. II. Warna Icon Sementara di suatu tempat atau daerah perkotaan, icon warna kuning mewakili Hotel atau Klinik, icon warna biru mewakili toko atau tempat-tempat dimana kamu dapat membeli barang (item) dan icon warna hijau mewakili pintu masuk biasa. Sedangkan icon yang berada diatas karakter kamu akan memberi petunjuk perubahan warna biru, kuning dan merah tergantung dari keberadaan kamu dekat atau jauh dari musuh (biru berarti kamu aman dan merah berarti kamu sudah terlalu dekat dengan musuh). III. Pertahanan Jika kamu memilih untuk Bertahan (defend) selama dalam pertempuran, kamu hanya akan mendapatkan 1/2 damage dari yang seharusnya kamu terima, mendapatkan 10 persen dari total HP yang kamu miliki dan tidak dapat dipukul dengan pukulan yang dapat merubah status (seperti: poison, stunt, petrify, dll). IV. Addition Addition akan menaikan level setiap kamu melakukan combo dengan benar sebanyak 20 kali. Maksimum level untuk setiap addition adalah 5. Untuk melakukan addition dengan lengkap kamu harus menekan tombol X dengan tepat ketika karakter kamu sedang menyerang. Addition yang berbeda terdiri dari jumlah pukulan dan damage yang bervariasi, timing (waktu) yang dilakukan untuk menekan tombol X juga bervariasi, dari waktu ke waktu selama melakukan addition, dan ketika kamu menyerang dengan addition, musuh dapat melakukan counter dan balik menyerang kamu. Ketika hal ini terjadi kamu perlu menekan tombol bulat untuk menggantikan tombol X untuk sesaat dan kemudian kamu lanjutkan addition tersebut dengan menekan tombol X. Jika kamu gagal melakukannya maka serangan kamu akan dipatahkan dan musuh akan berbalik menyerang kamu. Addition baru akan kamu dapatkan setelah karakter kamu mencapai level yang lengkap. Untuk standard level normal setiap karakter adalah level 5, karakter tersebut akan menerima final special addition yang jauh lebih kuat dibandingkan dengan standard addition. V. Magic Attack Menggunakan lawan elemen dapat meningkatkan serangan kamu menjadi dua kali lipat. Menggunakan elemen yang sama akan mengurangi serangan kamu menjadi setengahnya. VI. Pengalaman (Experience) Ketika mendapatkan tambahan pengalaman setelah pertempur-an, semua anggota party yang ikut berpartisipasi dalam pertempuran akan mendapatkan experience secara merata. Misalnya dalam suatu pertempuran kamu mendapatkan exp 300 dan dalam anggota party ada 3 orang maka masing-masing karakter akan mendapatan experience 100. Sedangkan anggota party yang tidak terlibat secara langsung akan mendapatkan setengahnya saja. VII. Menjadi Dragoon Gunakan addition untuk meningkatkan Spirit Point (SP). Ketika SP kamu sudah mencapai 100, kamu dapat berubah menjadi bentuk Dragoon. Maksimum kamu akan tetap menjadi bentuk Dragoon tergantung pada level yang kamu miliki, satu level kamu memiliki 100 SP dan maksimal kamu mencapai level 5. Jadi maksimal kamu tetap dalam bentuk Dragoon adalah 5 putaran. Dalam bentuk Dragoon ini serangan dan daya tahan kamu menjadi lebih kuat, serta dapat menghilangkan status abnormal pada karakter kamu. VIII. Dragoon Addition Untuk melakukan addition dengan bentuk dragoon kamu harus dapat menekan tombol X pada setiap putaran Spirit meter pada waktu yang tepat. Tekan tombol X ketika Jarum pada spirit meter menunjuk ke atas dan berlanjut terus untuk meningkatkan level serangan. Bila kamu menekan tombol dengan sempurna maka kamu akan dapat menyerang dengan maksimal seperti combo. IX. Dragoon Magic Dragoon Magic pada dasarnya adalah mantra sihir dalam game ini. Untuk mengeluarkan Dragoon magic kamu harus dalam bentuk Dragoon dan kamu memiliki Magic Point (MP). X. Dragoon Special Ketika semua (ketiga) anggota party sudah dapat berubah menjadi bentuk Dragoon dan memiliki SP penuh, akan keluar tampilan menu pilihan tambahan "Special" di akhir pilihan pada battle menu. Bila dipilih, pilihan ini akan merubah sekaligus ketiga anggota party menjadi dragoon pada waktu yang bersamaan dan bila karakter yang mengaktifkan special ini melakukan serangan (Attack) maka otomatis akan mengeluarkan addition secara sempurna (perfect).

BAGAIMANA MEMBENAHI HUKUM EKONOMI DI INDONESIA

Terdiri dari dua kata yaitu, hukum dan ekonomi. Pengertian hukum menurut saya adalah sebuah sistem yang ada di suatu negara atau di suatu tempat yang secara resmi telah dibuat dan disepakati oleh para petinggi-petinggi negara, yang digunakan untuk mengatur seluruh masyarakat yang ada di dalamnya. Dan pengertian ekonomi menurut saya adalah suatu ilmu yang mempelajari tingkah laku manusia di kehidupannya dalam memenuhi kebutuhan dan keinginannya yang tidak ada habisnya (tak terbatas), yang dihadapi oleh permasalahan utama yakni alat pemuas kebutuhan yang sangat terbatas, di samping tersedianya sumber daya alam yang tidak dapat secara langsung digunakan dalam proses pemenuhan kebutuhan. Jadi, secara umum hukum ekonomi adalah sebuah sistem yang fungsinya mengatur kegiatan perekonomian suatu negara. Hukum ekonomi tercipta dikarenakan semakin pesatnya perkembangan perekonomian di suatu negara. Banyak hal yang positif dari pesatnya perkembangan tersebut, akan tetapi banyak juga hal negative yang terjadi. Misalnya, banyak timbul kecurangan-kecurangan seperti saling menjatuhkannya antara satu perusahaan dengan perusahaan lain. Oleh karena itu, diciptakanlah hukum ekonomi, untuk mengatur jalannya perekonomian sesuai pada jalurnya (tidak melanggar hukum). Selain itu, hukum ekonomi juga memiliki beberapa asas yang harus dijunjung tinggi, yaitu : a. Asas kaidah dan ketakwaan kepada tuhan yang maha esa. Dengan asas ini, diharapkan para pelaku usaha memiliki kaidah dan ketakwaan kepada tuhan yang maha esa, sehingga dia akan menghindari dan menjauhi hal-hal yang berbau kecurangan di dalam usaha yang dia jalani. b. Asas manfaat. Segala upaya dalam menyelenggarakan perlindungan konsumen harus memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi kepentingan konsumen dan pelaku usaha secara keseluruhan. c. Asas demokrasi pancasila. d. Asas adil dan merata. e. Asas keseimbangan, keserasian, dan keselarasan dalam perikehidupan. Memberikan keseimbangan antara kepentingan konsumen, pelaku usaha, dan pemerintah dalam arti materiil maupun spiritual. f. Asas hukum. Dengan asas ini, seharusnya para pelaku usaha takut kepada hukum yang telah ditetapkan pemerintah, sehingga dia tidak berani untuk melakukan kecurangan-kecurangan. g. Asas kemandirian. h. Asas keuangan. i. Asas ilmu pengetahuan. j. Asas kebersamaan, kekeluargaan, keseimbangan, dan kesinambungan dalam kemakmuran rakyat. k. Asas pembangunan ekonomi yang berwawasan lingkungan dan berkelanjutan. l. Asas kemandirian yang berwawasan kenegaraan. Kondisi hukum ekonomi di Indonesia saat ini kurang berjalan dengan baik atau lancar. Hukum ekonomi seharusnya mengatur serta melindungi masyarakat di dalam kegiatan perekonomiannya. Akan tetapi, kenyataan yang baru-baru ini terjadi sangatlah memprihatinkan. Para produsen dalam negeri kita sedang gigit jari dalam menghadapi tumpah ruahnya barang (produk) impor dari luar negeri di indonesia. Ikan diimpor, beras diimpor, semuanya serba diimpor. Hal ini menyebabkan harga barang-barang dalam negeri mati seketika. Banyak produsen dalam negeri yang sengsara karena barang (produknya) tidak laku terjual yang disebabkan oleh lebih murahnya barang-barang impor. Peristiwa yang demikian menunjukkan masih kurangnya pemberlakuan hukum ekonomi di Indonesia. Padahal, para petinggi negara sudah mengatur hukum ekonomi di Indonesia sedemikian rupa yang dicantumkan pada salah satu pasal UUD 1945. Pasal tersebut adalah pasal 33 yang menyangkut masalah kesejahteraan sosial, yang isinya antara lain : 1. Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan. 2. Cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara. 3. Bumi, air, dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat. Dengan telah dibuatnya UUD 1945 yang memang ditujukan agar dapat menjadi pedoman atau petunjuk, pemerintah seharusnya tegas dalam menetapkan kebijakan yang pastinya menguntungkan bagi warga negaranya sendiri. Kalaupun harus impor, jangan melebihi persentase yang dimiliki oleh produsen dalam negeri. Ibarat dalam hal permainan saham di mana kita menjadi pemilik utama, tentunya persentase pihak lain yang ingin menanamkan sahamnya di perusahaan kita tidak boleh melebihi 50%. Apapun kondisinya kita harus lebih banyak persentasenya daripada mereka, agar kita tetap menjadi pengambil keputusan. Sama halnya dengan pembatasan impor, ekspor kita harus melebihi impor supaya surplus dapat diraih. Bila pemerintah sudah dapat menjalankan hukum ekonomi seperti itu dengan baik, maka kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat banyak pun akan tercapai. Menurut saya, cara membenahi hukum ekonomi di indonesia adalah dengan menjunjung tinggi beberapa asas di atas. Tanpa menjunjung tinggi asas-asas tersebut, mustahil perekonomian suatu negara akan berjalan dengan baik dan lancar. Selain itu, peranan pemerintah juga sangat penting. Lagi lagi pemerintah diharuskan untuk tegas dalam menindak para pelaku usaha yang berlaku curang. Bila pemerintah yang memiliki wewenang yang sedemikian besarnya saja tidak mampu untuk mengatur dan menindak pelanggaran-pelanggaran ekonomi yang terjadi di suatu negara, lantas siapa lagi.

SEJAUH MANAKAH UU PERLINDUNGAN KONSUMEN SUDAH DITEGAKKAN

Di dalam sebuah perekonomian ada tiga pemeran utama yang menjalankan peranan yang sangat penting, diantaranya konsumen, produsen, dan distributor. Terkait dengan judul di atas, fokus saya adalah membahas hal-hal mengenai konsumen. Konsumen merupakan pihak (baik individu maupun kelompok) yang menggunakan sejumlah barang atau jasa yang telah diproduksi oleh produsen sebelumnya, guna menambah nilai dari barang atau jasa tersebut. Konsumen merupakan target atau sasaran utama bagi para produsen. Prinsip yang pada umumnya berlaku adalah semakin banyak konsumen yang dapat diraih oleh suatu produsen, maka dapat menjadi jaminan pula produsen tersebut untuk mendapatkan laba atau keuntungan yang sebesar-besarnya. Oleh karena prinsip yang sedemikian sederhananya itu, banyak produsen yang tidak mengindahkan para konsumennya. Banyak produsen yang kurang, bahkan tidak sama sekali memperhatikan atau memperdulikan apa-apa yang nantinya didapatkan oleh konsumen sebagai timbal balik dari keuntungan yang telah diperoleh produsen. Ditambah lagi dengan banyaknya para produsen yang bersaing ketat antara satu dengan yang lain, kecurangan bukan lagi hal yang asing di telinga mereka. Kecurangan yang mereka lakukan sudah menjadi hal yang lumrah. Terlebih lagi sudah menjadi tradisi turun-temurun yang dilakukan oleh kebanyakan produsen. Padahal, konsumen seharusnya dijadikan layaknya raja oleh para produsennya. Tanpa mereka, produsen bukanlah apa-apa. Banyak produk yang sudah tidak layak konsumsi (baik barang maupun jasa) masih beredar di berbagai pasar, mini market, dan sebagainya. Produk-produk yang seperti itu dapat menimbulkan ketidakpuasan bagi konsumennya. Tidak hanya itu, bagaimana bila produk yang sudah tidak layak konsumsi itu merupakan produk pakan (berupa makanan), pastinya dapat mengancam keselamatan para konsumennya. Saya bingung dan selalu saja bingung. Sudah ada undang-undang perlindungan konsumen tetapi masih saja ada yang seperti itu. Sudah ada sidak (inspeksi mendadak) yang dilakukan oleh orang-orang pemerintahan tetapi juga masih saja ada yang seperti itu. Memang tidak mungkin untuk menghapus bersih seluruh kecurangan-kecurangan yang telah dilakukan oleh banyak produsen tadi. Tetapi paling tidak pemerintah mutlak harus bisa untuk meminimalisir atau meminimakan terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan tersebut. Karena tidak dapat kita pungkiri bahwa tidak ada sesuatu di dunia ini yang sempurna. Berikut ini adalah beberapa undang-undang perlindungan konsumen dan dasar hukum lain yang seharusnya sudah diterapkan di negara indonesia ini, antara lain: 1. Undang Undang Dasar 1945 Pasal 5 ayat (1), pasal 21 ayat (1), Pasal 21 ayat (1), Pasal 27 , dan Pasal 33. 2. Undang Undang No. 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen (Lembaran Negara Republik Indonesia tahun 1999 No. 42 Tambahan lembaran Negara Republik Indonesia No. 3821. 3. Undang Undang No. 5 tahun 1999 Tentang Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Usaha Tidak Sehat. 4. Undang Undang No. 30 Tahun 1999 Tentang Arbritase dan Alternatif Penyelesian Sengketa. 5. Peraturan Pemerintah No. 58 Tahun 2001 tentang Pembinaan Pengawasan dan Penyelenggaraan Perlindungan Konsumen. 6. Surat Edaran Dirjen Perdagangan Dalam Negeri No. 235/DJPDN/VII/2001 Tentang Penangan pengaduan konsumen yang ditujukan kepada Seluruh dinas Indag Prop/Kab/Kota. 7. Surat Edaran Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri No. 795 /DJPDN/SE/12/2005 tentang Pedoman Pelayanan Pengaduan Konsumen. Menurut saya, faktor utama yang sampai sekarang ini belum membuat para produsen jera dan tidak beredarnya barang atau jasa yang tidak layak lagi bagi konsumennya adalah kurang tegasnya pemerintah dalam beberapa hal, antara lain: 1. Pemerintah masih belum menjadikan undang-undang dan dasar hukum di atas sebagai panutan atau acuan. Akibatnya pemerintah, dalam melakukan tugasnya melindungi para konsumen, berjalan secara tidak sistematis dan tidak terstruktur. Oleh karena itu, banyak program dari pemerintah yang kurang berjalan maksimal. 2. Pemerintah hanya berani untuk menindak secara tegas bagi orang-orang yang tidak memiliki jabatan, kekuasaan, wewenang, dan semacamnya. Bagi orang-orang (produsen) yang memiliki hal-hal tersebut, pemerintah selalu saja ciut. Entah itu karena mereka mempunyai uang sehingga dapat mengatur balik pemerintah, atau hal lain terjadi di dalamnya. Saya yakin masyarakat saat ini sudah pintar-pintar untuk mengetahui baik buruknya pemerintahan. Dari segi barang berupa pakan, sudah banyak kita temukan makanan yang sederhana, namun kandungannya tidak sederhana (kompleks). Banyak makanan yang mengandung zat-zat kimia berbahaya yang seharusnya tidak masuk ke dalam lambung manusia. Misalnya boraks, formalin, dan sejenisnya. Itu semua adalah zat-zat berbahaya yang digunakan untuk deterjen, pengawet jenazah (mayat), dan lain-lain. Seharusnya para produsen berfikir bagaimana jika dia lah yang menjadi konsumen atas produk-produk tersebut. Pastinya dia juga tidak mau untuk mengkonsumsinya. Semestinya dengan pikiran yang seperti itu, para produsen akan enggan untuk melakukan hal-hal kotor tersebut. Padahal saya yakin, dengan cara yang jujur dan benar, para produsen masih bisa meraup keuntungan dari konsumen. Bahkan bukan cuma itu, produsen pasti akan mendapatkan banyak pelanggan tetap yang loyal terhadapnya. Berbeda dengan produsen yang melakukan kecurangan. Dia memang akan mendapatkan keuntungan yang sebesar-besarnya dengan biaya produksi yang sekecil-kecilnya, namun itu hanya sementara. Setelah si konsumen tahu akan keburukan barang-barang si produsen, pasti dia akan meninggalkan produk tersebut. Karena sekali lagi saya tekankan, masyarakat bukanlah orang-orang yang bodoh, yang nantinya akan membeli atau mengkonsumsi barang atau produk yang sama ketika dia tahu bahwa produk itu kurang baik untuk dirinya, apalagi untuk kesehatannya. Untuk pemerintah, sebaiknya jalankan dan terapkanlah terlebih dahulu undang-undang dan dasar hukum perlindungan konsumen. Selain itu, saya harap pemerintah dapat menindak secara tegas tanpa membeda-bedakan siapa yang bersalah.

ONE PIECE, LUFFY’S FAMILY

Belakangan ini saya benar-benar jatuh hati pada anime yang satu ini, sampai saya tidak tanggung-tanggung untuk mendownload 500 episodenya di internet. Yang membuat saya kagum pada anime ini adalah begitu kuatnya hubungan pertemanan (nakama, dalam bahasa jepang, yang sering disebut di serial tv animasinya) yang melatar-belakangi petualangan mereka demi meraih tujuan masing-masing. Tiap-tiap anggotanya rela mati demi menolong atau menyelamatkan rekan satu kapal mereka. Mereka memiliki tujuan masing-masing, tetapi mereka mewujudkannya dengan bersama-sama. Monkey D Luffy, tokoh utama dalam anime ini. Dia merupakan orang yang berkemauan keras dan tidak mau mengalah dalam meraih mimpinya menjadi raja bajak laut (the king of pirates). Dia memakan satu dari sekian banyak devil’s fruit (buah setan) tipe paramaecia, gomu gomu fruit. Gomu gomu berarti karet, oleh karena itu dia dapat membuat seluruh bagian tubuhnya melar bagaikan karet. Beberapa jurusnya yang sering dia pakai antara lain: • Gomu gomu no pistol  luffy melesatkan pukulan ke musuhnya dengan kecepatan penuh seperti pistol yang ditembakkan. • Gomu gomu no bazooka  luffy menggunakan kedua tangannya untuk menghempaskan musuhnya, biasanya dia mengenai jurus ini pada bagian perut. Jurus ini tentunya lebih kuat dari gomu gomu no pistol, sesuai namanya bazooka lebih kuat daripada pistol. • Gomu gomu no gatling gun  luffy melesatkan pukulan bertubi-tubi dengan sangat cepat ke arah musuhnya sehingga terkesan tangannya menjadi sangat banyak seperti senjata gatling gun. Karena luffy sadar dia akan bertemu dengan musuh yang lebih kuat di petualangan selanjutnya, dia harus meningkatkan kekuatannya juga agar bisa melindungi teman-temannya. Pada saat di judiciary island, enes lobby, yang merupakan benteng pertahanan marine yang sangat kuat, saat ingin menyelamatkan nico robin, luffy berhasil menggunakan dua mode terbarunya, yaitu gear second dan gear third untuk mengalahkan lucci. Gear second memungkinkan luffy untuk bergerak sangat cepat sehingga tidak dapat terlihat oleh musuhnya. Sedangkan gear third memungkinkan luffy untuk menghasilkan pukulan-pukulan super kuat ke arah musuhnya, tetapi gear third ini sangat lambat untuk digerakkan. Bounty untuk kepala luffy saat ini adalah 300.000.000 belly. Monkey D Dragon, ayah luffy. Banyak orang yang tidak mengetahui nama panjang dari dragon. Oleh karena itu, banyak orang juga yang tidak mengetahui bahwa dia adalah ayah dari luffy. Luffy sendiripun tidak mengetahui bahwa dragon itu ayahnya. Dragon merupakan orang yang paling dicari oleh marine. Keberadaannya pun tidak pernah diketahui. Dia pemakan devil’s fruit tipe logia, kaze kaze fruit. Kaze kaze berarti angin. Dia dapat memanipulasi angin menjadi topan yang sangat besar. Dia paling dicari karena dia adalah pemimpin pasukan revolusioner yang menentang pemerintahan yaitu marine. Bounty untuknya sebesar 850.000.000 belly. Monkey D Garp, kakek luffy. Dikenal sebagai pahlawan di marine. Dia merupakan vice admiral marine headquarter. Dia dapat bersaing dalam pertarungannya dengan the king of pirates sebelumnya, Gol D Roger. Bisa kita bayangkan seberapa besar kekuatannya bila dia dapat menyaingi roger. Dari kecil luffy telah dilatih oleh garp, kakeknya, agar bisa menjadi pasukan marine yang sangat terlatih. Namun sayang, luffy lebih memilih untuk menjadi the king of pirates. Meskipun garp adalah marine sehingga dia harus menangkap luffy, garp tetap tidak tega untuk menangkap cucunya itu. Portgas D Ace, kakak luffy. Ace bukanlah kakak kandung luffy. Dia merupakan anak dari Gol D Roger. Tetapi dibesarkan bersama-sama dengan luffy. Meskipun bukan kakak kandung, ace tetaplah sayang kepada luffy layaknya adik sendiri. Menurut saya luffy tidak mengetahui bahwa ace bukan kakak kandungnya, tapi itu semua bukanlah masalah. Bounty untuknya sebesar 200.000.000 belly.