Jumat, 26 Juli 2013

Faktor - faktor yang Mempengaruhi Profitabilitas Perbankan

Pada hakekatnya bank berfungsi sebagai lembaga keuangan yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kembali dalam bentuk pinjaman. Akan tetapi, seiring dengan perkembangan zaman, bank telah berkembang sedemikian pesatnya tidak hanya di Indonesia, namun juga di seluruh dunia. Fungsi bank tidak lagi sebatas pada hal simpanan dan pinjaman. Bank juga berperan penting dalam perekonomian negara dengan memberikan kontribusi bagi dunia usaha dan bisnis. Tidak diragukan lagi bahwa bank turut menopang pilar-pilar perekonomian di Indonesia. Semakin berkembangnya suatu bank, pastinya diiringi oleh tantangan yang harus dihadapinya. Salah satu tantangan yang kerap kali menjadi permasalahan bagi bank yaitu kinerja keuangan. Kinerja bank yang berbeda-beda menunjukkan kemampuan bank yang berbeda pula antara satu bank dengan bank yang lain, dalam mengelola keuangannya. Hal ini dapat mempengaruhi keinginan masyarakat dalam menggunakan jasa suatu bank. Karena pada dasarnya masyarakat akan cenderung lebih memilih bank dengan kinerja yang lebih baik dengan alasan tingkat resikonya yang lebih kecil. Oleh karena itu persaingan yang terjadi di antara bank semakin ketat dalam upaya menarik para nasabahnya.

Profitabilitas merupakan indikator yang paling tepat untuk mengukur kinerja suatu bank (Harahap, 2002). Kemampuan bank dalam memperoleh laba (profitabilitas) tercermin pada laporan keuangan bank. Ukuran profitabilitas pada industri perbankan yang digunakan pada umumnya adalah Return On Asset (ROA) dan Return on Equity (ROE). Return On Asset  (ROA) memfokuskan kemampuan perusahaan untuk memperoleh earning dalam operasinya, sedangkan Return On Equity (ROE) hanya mengukur return yang diperoleh dari investasi pemilik perusahaan dalam bisnis tersebut (Siamat, 2002). Return on Asset (ROA) menggambarkan profitabilitas dari segi aset yang dimiliki bank. Apabila Return On Asset  (ROA) meningkat, berarti profitabilitas perusahaan meningkat, sehingga dampak akhirnya adalah profitabilitas yang dinikmati oleh pemegang saham (Husnan, 1998).

Awal dari sebuah kegiatan ekonomi yaitu modal. Modal yang besar dapat mendukung kegiatan operasional perusahaan, begitu pula dengan bank. Seluruh bank di Indonesia diharuskan untuk menyediakan modal minimum. Tujuan ditetapkannya penyediaan modal minimum ini adalah untuk menutupi kemungkinan timbulnya resiko-resiko kerugian dari aktiva yang mengandung resiko seperti kredit yang diberikan kepada masyarakat. Kurangnya modal yang dimiliki bank dapat berdampak pada profitabilitas bank. Hal ini dicerminkan pada CAR (Capital Adequacy Ratio) dalam menunjukkan bagaimana kemampuan suatu bank dalam memiliki modal yang cukup sesuai dengan peraturan yang telah ditetapkan.

Bank merupakan organisasi bisnis berbasis keuntungan. Namun, di samping memperoleh pendapatan yang besar, bank juga memiliki biaya yang selalu dikeluarkan secara rutin. Biaya ini digunakan untuk menjalankan dan memperlancar kegiatan operasional bank. Hal ini harus diperhatikan oleh bank karena biaya yang melebihi pendapatan akan menghasilkan suatu masalah. Bila dibiarkan, bank akan menjadi tidak produktif lagi dalam hal menghasilkan laba. Oleh karena itu, BOPO (Biaya Operasional dan Pendapatan Operasional) dapat digunakan dalam menggambarkan bagaimana tingkat efisiensi suatu bank dalam mengelola biaya terhadap pendapatannya.

Kemampuan bank dalam memberikan pinjaman kepada masyarakat tentunya harus diimbangi dengan banyaknya simpanan yang diperoleh bank. Bank tidak dapat dapat berjalan dan berkembang tanpa adanya penerimaan uang dalam bentuk simpanan. Namun, bank juga tidak dapat memaksimalkan labanya hanya dengan menerima simpanan dari masyarakat. Apabila pinjaman yang diberikan kepada masyarakat terlalu besar, maka bank akan bermasalah dengan jumlah simpanan uang yang ada di bank, bila sewaktu-waktu nasabah ingin mengambil uangnya. Sebaliknya apabila simpanan yang diperoleh dari nasabah terlalu besar, sementara bank kurang bisa menyalurkannya dalam bentuk pinjaman, maka bank tidak bisa memanfaatkan uang simpanan tersebut untuk menghasilkan laba. Oleh karena itu, diperlukan keseimbangan antara simpanan yang diterima dan pinjaman yang diberikan oleh bank. Hal ini tercermin pada LDR (Loan to Deposit Ratio) yang menggambarkan kemampuan suatu bank dalam mengendalikan simpanan dan pinjamannya.

jadi, ada beberapa rasio keuangan bank yang dapat mempengaruhi profitabilitas perbankan yaitu CAR, BOPO, dan LDR. apabila profitabilitas suatu bank tinggi, maka dapat dikatakan bank tersebut sudah sangat baik dalam mengelola keuangannya dan tentunya para nasabah / masyarakat akan lebih mempercayakan dana simpanannya pada bank itu.

sumber :
Sofriza Syofyan Harahap. 2002. Pengaruh Struktur Pasar terhadap Kinerja Perbankan di Indonesia
Media Riset Bisnis & Manajemen, Vol. 2 No.3 Desember 2002.

Dahlan Siamat. 2002. Manajemen Lembaga Keuangan. PT: Gramedia Pustaka Utama.

Suad Husnan. 1998. Dasar-dasar Teori Portofolio. Yogyakarta: UPP AMP YKPN.

Selasa, 28 Mei 2013

Toefl Skill 1 - 5

Skill 1: Subjects and Verbs
You know that a sentence in English should have a subject and a verb. The most common types of problems that you will encounter in the Structure section of the TOEFL test are related to subjects and verbs; perhaps the sentence is missing either the subject, or the verb, or both; perhaps the sentence has an extra subject or verb.
Example I
______was ringing continuously for hours.
(A) Loudly
(B) In the morning
(C) The phone
(D) The bells
Analysis:
In this example, you should notice immediately that there is a verb, was ringing, but there is no subject. Answer (C) is the best answer because it is a singular subject that agrees with the singular verb was ringing. Answer (A), loudly, and answer (B), in the morning, are not subjects, so they are not correct. Although answer (D), bells, could be a subject, it is not correct because bells is plural and it does not agree with the singular verb was ringing.
Example II
Newspapers _______ every morning and every evening.
(A) delivery
(B) are delivered
(C) on time
(D) regularly
Analysis:
In this example, you should notice immediately that the sentence has a subject, newspapers, but that there is no verb. Because answer (B), are delivered, is a verb, it is the best answer. Answers (A), (C), and (D) are not verbs, so they are not correct.
Example III
The plane __________ landing at the airport in five minutes.
(A) it is
(B) it really is
(C) is descending
(D) will be
Analysis:
This sentence has a subject, plane, and has part of a verb, landing; to be correct, some form of the verb be is needed to make the verb complete. Answers (A) and (B) are incorrect because the sentence already has a subject, plane, and does not need the extra subject it. Answer (C) is incorrect because descending is an extra part of a verb that is unnecessary because of landing. Answer (D) is the best answer; will be together with landing is a complete verb.
SUBJECTS AND VERBS
A sentence in English must have at least one subject and one verb. The first thing you should do as you read a sentence in the Structure section of the TOEFL test is to find the subject and the verb.
EXERCISE 1
Underline the subjects once and the verbs twice in each of the following sentences. Then indicate if the sentences are correct (C) or incorrect ( I ).
1. My best friend always helpful with problems. ( I )
Analysis:
The subject of the sentence above is My best friend, but there is no Verb. So, incorrect. The correct sentence should be My best friend is always helpful and with problems.
2. The bus schedule has changed since last week. (C)
Analysis:
The subject is The bus and verb is has changed, so the sentence is Correct.
3. Accidentally dropped the glass on the floor. ( I )
Analysis:
The sentence doesn't have a Subject. The verb is dropped, so it is incorrect. The correct sentence should be Accidentally she or he dropped the glass on the floor.
4. The customer paying the clerk for the clothes. (I)
Analysis:
The sentence doesn't have to be, is. So incorrect. It should be The customer is paying the clerk for the clothes.
5. The professor handed the syllabus to the students. (C)
Analysis:
The sentence has subject, the professor and verb, handed. So it is correct.

Skill 2: Objects of Preposition
An object of a preposition is a noun or a pronoun that comes after a preposition such as in, at, of to, by, behind, and on to form a prepositional phrase.

The trip (to the island) (on Saturday) will last (for three hours).

This sentence contains three objects of prepositions. Island is the object of the preposition to; Saturday is the object of the preposition on; hours is the object of the preposition for.
An object of a preposition can cause confusion in the Structure section of the TOEFL test because it can be mistaken for the subject of a sentence.
Example
To Mike ____ was a big surprise.
(A) really
(B) the party
(C) funny
(D) when
In this example, you should look first for the subject and the verb. You should notice the verb was and should also notice that there is no subject. Do not think that Mike is the subject; Mike is the object of the preposition to, and one noun cannot be both a subject and an object at the same time. Because a subject is needed in this sentence, answer (B), the party, is the best answer. Answers (A), (C), and (D) are not correct because they cannot be subjects.
Now, Let's do and analyze the exercise below:
EXERCISE 2: Each of the following sentences contains one or more prepositional phrases. Underline the subjects once and the verbs twice. Circle the prepositional phrases that come before the verb. Then indicate if the sentences are correct (C) or incorrect (I).
1. The name of the baby in the crib is Jack. (C)
Analysis:
Subject is The name of baby and Verb is IS. So, it is correct. The Crib is only object of preposition.
2. By the next meeting of the class need to turn in the papers.( I)
Analysis:
Verb is need but there is no Subject. So, it is Incorrect. The next meeting of the class is NOT subject, it is object of preposition.
3. The directions to the exercise on page 20 unclear. (I)
Analysis:
Subject is The directions but there is no Verb. So, it is incorrect. The exercise is not subject, it is object of preposition.
4. Because of the heavy rain throughout the night, the walkways are muddy. (C)
Analysis:
Subject is the walkways and Verb is Are. So, it is correct. The heavy rain throughout the night is only object of preposition.
5. During the week eat lunch in the school cafeteria. (I)
Analysis:
Verb is eat but there is no Subject. So, it is incorrect. The week is not Subject, it is object of preposition.

Skill 3: Present Participles
Present participles can-cause confusion in the Structure section of the TOEFL test because a present participle can be either an adjective or a part of the verb. A present participle is the - ing form of the verb. It is part of the verb when it is preceded by some form of the verb be.

The train is arriving at the station now. (Arriving is VERB)

In this sentence, arriving is part of the verb because it is accompanied by is.
A present participle is an adjective when it is not accompanied by some form of the verb be.

The train arriving at the station now is an hour late. (Arriving is ADJECTIVE)

In this sentence, arriving is an adjective and not part of the verb because it is not accompanied by some form of be. The verb in this sentence is is.
The following example shows how a present participle can be confused with the verb in the Structure section of the TOEFL test.
Example
The film ____ appearing at the local theater is my favorite.
(A) now
(B) is
(C) it
(D) was
In this example, if you look at only the first words of the sentence, it appears that film is the subject and appearing is part of the verb. If you think that appearing is part of the verb, you might choose answer (B), is, or answer (D), was, to complete the verb. However, these two answers are incorrect because appearing is not part of the verb. You should recognize that appearing is a participial adjective rather than a verb because there is another verb in the sentence, is. In this sentence, there is a complete subject, film, and a complete verb, is, so this sentence does not need another subject or verb. The best answer to this question is answer (A).
EXERCISE 3: Each of the following sentences contains one or more present participles. Underline the subjects once and the verbs twice. Circle the present participles, and label them as adjectives or verbs. Then indicate if the sentences are correct (C) or incorrect (I).
1. The crying baby needs to be picked up. (C)
ADJ.
Analysis:
The sentence above is correct because crying functioning as an adjective. Subject of the sentence above is a baby, while its verb is needs to be picked up.
2. The clothes are lying the floor should go into the washing machine. (I)
VERB
Analysis:
The above sentence is wrong because are lying is supposed to function as an adjective, lying and not part of the verb. While correct sentences is the clothes lying the floor should go into the washing machine.
3. The waitress bringing the steaming soup to the waiting diners. (I)
VERB
Analysis:
The above sentence is wrong because bringing is supposed to be is bringing to function as part of a verb instead of an adjective. Correct sentences should be the waitress is bringing the steaming soup to the waiting diners.

Skill 4: Past Participles
Past participles can cause confusion in the Structure section of the TOEFL test because a past participle can be either an adjective or a part of the verb. The past participle is the form of the verb that appears with have or be. It often ends in -ed, but there are also many irregular past participles in English.

The mailman has left a letter in the mailbox. (Left is VERB)
The classes were taught by Professor Smith. (Taught is VERB)

In the first sentence, the past participle left is part of the verb because it is accompanied by has. In the second sentence, the past participle taught is part of the verb because it is accompanied by were.
A past participle is an adjective when it is not accompanied by some form of be or have.

The letter left in the mailbox was for me. (Left is ADJECTIVE)
The classes taught by Professor Smith were very interesting. (Taught is ADJECTIVE)

In the first sentence, left is an adjective rather than a verb because it is not accompanied by a form of be or have (and there is a verb, was, later in the sentence). In the second sentence, taught is an adjective rather than a verb because it is not accompanied by a form of be or have (and there is a verb, were, later in the sentence).
The following example shows how a past participle can be confused with the verb in the Structure section of the TOEFL test.
Example
The bread _____ baked this morning smelled delicious.
(A) has
(B) was
(C) it
(D) just
In this example, if you look only at the first few words of the sentence, it appears that bread is the subject and baked is either a complete verb or a past participle that needs a helping verb. But if you look further in the sentence, you will see the verb smelled. You will then recognize that baked is a participial adjective and is therefore not part of the verb. Answers (A) and (B) are incorrect because baked is an adjective and does not need a helping verb such as has or was. Answer (C) is incorrect because there is no need for the subject it. Answer (D) is the best answer to this question.
EXERCISE 4: Each of the following sentences contains one or more past participles. Underline the subjects once and the verbs twice. Circle the past participles, and label them as adjectives or verbs. Then indicate if the sentences are correct (C) or incorrect (I).
1. The food is served in this restaurant is delicious. (Incorrect)
Analysis:
The sentence should be "The food served in this restaurant is delicious". Is served is incorrect, it should be served (past participle as an Adjective).
Subject is The food and Verb is IS.
2. The plane landed on the deserted runway. (Correct)
Analysis:
Subject is The place and Verb is landed. Deserted is past participle as an adjective.
3. The unexpected guests arrived just at dinnertime. (Correct)
Analysis:
Subject is unexpected guests and Verb is arrived. Unexpected is past participle as an adjective.
4. The courses are listed in the catalogue are required courses. (Incorrect)
Analysis:
The sentence should be The course listed in the dialogue are required courses. Subject is The course and Verb is are required.
are listed is inccorect, but it should be listed (be past participle as an adjective).
5. The teacher found the lost exam. (Correct)
Analysis:
Subject is The teacher and Verb is found. Lost is past participle as an adjective.

Skill 5: Coordinate Connector
Many sentences in English have more than one clause. (A clause is a group of words containing a subject and a verb.) When you have two clauses in an English sentence, you must connect the two clauses correctly. One way to connect two clauses is to use and, but, or, or so between the clauses.

The sun was shining and the sky was blue.
The sky was blue, but it was very cold.
It may rain tonight, or it may be clear.
It was raining outside, so I took my umbrella.

In each of these examples, there are two clauses that are correctly joined with a coordinate connector—and, but, or, or so—and a comma (,).
The following example shows how this sentence pattern could be tested in the Structure section of the TOEFL test.
Example
I forgot my coat, ____ I got very cold.
 (A) then
(B) so
(C) later
(D) as a result
In this example, you should notice quickly that there are two clauses, I forgot my coat and I got very cold. This sentence needs a connector to join the two clauses. Then, later, and as a result are not connectors, so answers (A), (C), and (D) are not correct. The best answer is answer (B) because so can connect two clauses in this manner.
EXERCISE 5: Each of the following sentences contains more than one clause. Underline the subjects once and the verbs twice. Circle the connectors. Then indicate if the sentences are correct ‘(C) or incorrect (I).
1. The lawn needs water every day, or it will turn brown. (C)
Analysis:
Both clauses are correct and coordinate connector is correct.
2. The book was not long, it difficult to read. (I)
Analysis:
Second clause should be it is difficult to read. There is not coordinate connector.
3. It was raining, so decided not to go camping. (I)
Analysis:
Second clause has no Subject.
4. The material has been cut, and the pieces have been sewn together. (C)
Analysis:
Both clauses are correct and coordinate connector is correct too.
5. The patient took all the medicine, he did not feel much better. (I)
Analysis:
Both clauses are correct but there is no coordinate connector.

Rabu, 26 Desember 2012

Resensi Novel “Perahu Kertas” Karya Dewi Lestari (Dee)


Nama   : Rio Wahyudi
Kelas   : 3EB01
NPM   : 26210011
Resensi Novel “Perahu Kertas” Karya Dewi Lestari (Dee)
Sinopsis:
Kisah ini dimulai dengan Keenan, seorang remaja pria yang baru lulus SMA, yang selama enam tahun tinggal di Amsterdam bersama neneknya. Keenan memiliki bakat melukis yang sangat kuat, dan ia tidak punya cita-cita lain selain menjadi pelukis, tapi perjanjiannya dengan ayahnya memaksa ia meninggalkan Amsterdam dan kembali ke Indonesia untuk kuliah. Keenan diterima berkuliah di Bandung, di Fakultas Ekonomi.
Di sisi lain, ada Kugy, cewek unik cenderung eksentrik, yang juga akan berkuliah di universitas yang sama dengan Keenan. Sejak kecil, Kugy menggila-gilai dongeng. Tak hanya koleksi dan punya taman bacaan, ia juga senang menulis dongeng. Cita-citanya hanya satu yaitu ingin menjadi juru dongeng. Namun Kugy sadar bahwa penulis dongeng bukanlah profesi yang meyakinkan dan mudah diterima lingkungan. Tak ingin lepas dari dunia menulis, Kugy lantas meneruskan studinya di Fakultas Sastra.
Kugy dan Keenan dipertemukan lewat pasangan Eko dan Noni. Eko adalah sepupu Keenan, sementara Noni adalah sahabat Kugy sejak kecil. Terkecuali Noni, mereka semua hijrah dari Jakarta, lalu berkuliah di universitas yang sama di Bandung. Mereka berempat akhirnya bersahabat karib.
Lambat laun, Kugy dan Keenan, yang memang sudah saling mengagumi, mulai mengalami transformasi. Diam-diam, tanpa pernah berkesempatan untuk mengungkapkan, mereka saling jatuh cinta. Namun kondisi saat itu serba tidak memungkinkan. Kugy sudah punya kekasih bernama Joshua. Sementara Keenan saat itu dicomblangkan oleh Noni dan Eko.
Persahabatan empat sekawan itu mulai merenggang. Kugy lantas menenggelamkan dirinya dalam kesibukan baru, yakni menjadi guru relawan di sekolah darurat bernama Sakola Alit. Di sanalah ia bertemu dengan Pilik, muridnya yang paling nakal. Pilik dan kawan-kawan berhasil ia taklukkan dengan cara menuliskan dongeng tentang kisah petualangan mereka sendiri, yang diberinya judul “Jenderal Pilik dan Pasukan Alit”. Kugy menulis kisah tentang murid-muridnya itu hampir setiap hari dalam sebuah buku tulis, yang kelak ia berikan pada Keenan.
Kedekatan Keenan dengan Wanda (seorang yang membantu Noni dan Eko dalam mencomblangi Keenan dan Kugy), yang awalnya mulus pun mulai berubah. Keenan disadarkan dengan cara yang mengejutkan bahwa impian yang selama ini ia bangun harus kandas dalam semalam. Dengan hati hancur, Keenan meninggalkan kehidupannya di Bandung, dan juga keluarganya di Jakarta. Ia lalu pergi ke Ubud, tinggal di rumah sahabat ibunya, Pak Wayan.
Masa-masa bersama keluarga Pak Wayan, yang semuanya merupakan seniman-seniman sohor di Bali, mulai mengobati luka hati Keenan pelan-pelan. Sosok yang paling berpengaruh dalam penyembuhannya adalah Luhde Laksmi, keponakan Pak Wayan. Keenan mulai bisa melukis lagi. Berbekalkan kisah-kisah Jenderal Pilik dan Pasukan Alit yang diberikan Kugy padanya, Keenan menciptakan lukisan serial yang menjadi terkenal dan diburu para kolektor.
Kugy, yang juga sangat kehilangan sahabat-sahabatnya dan mulai kesepian di Bandung, menata ulang hidupnya. Ia lulus kuliah secepat mungkin dan langsung bekerja di sebuah biro iklan di Jakarta sebagai copywriter. Di sana, ia bertemu dengan Remigius, atasannya sekaligus sahabat abangnya. Kugy meniti karir dengan cara tak terduga-duga. Pemikirannya yang ajaib dan serba spontan membuat ia melejit menjadi orang yang diperhitungkan di kantor itu.
Namun Remi melihat sesuatu yang lain. Ia menyukai Kugy bukan hanya karena ide-idenya, tapi juga semangat dan kualitas unik yang senantiasa terpancar dari Kugy. Dan akhirnya Remi harus mengakui bahwa ia mulai jatuh hati. Sebaliknya, ketulusan Remi juga akhirnya meluluhkan hati Kugy.
Sayangnya, Keenan tidak bisa selamanya tinggal di Bali. Karena kondisi kesehatan ayahnya yang memburuk, Keenan terpaksa kembali ke Jakarta, menjalankan perusahaan keluarganya karena tidak punya pilihan lain.
Pertemuan antara Kugy dan Keenan tidak terelakkan. Bahkan empat sekawan ini bertemu lagi. Semuanya dengan kondisi yang sudah berbeda. Dan kembali, hati mereka diuji. Kisah cinta dan persahabatan selama lima tahun ini pun berakhir dengan kejutan bagi semuanya. Akhirnya setiap hati hanya bisa kembali pasrah dalam aliran cinta yang mengalir entah ke mana. Seperti perahu kertas yang dihanyutkan di parit atau sungai, tapi selalu bermuara di tempat yang sama. Meski kadang pahit, sakit, dan meragu, tapi hati sesungguhnya selalu tahu.
Kelebihan:
  • Dikemas dalam sebuah cerita yang sangat menarik bagi para pembacanya, khususnya kalangan remaja, karena novel ini menggunakan bahasa pergaulan sehari-hari.
  • Tidak hanya menceritakan masalah percintaan, melainkan juga tentang persahabatan dan cita-cita.
  • Memuat berbagai pengalaman dan motivasi hidup tentang perjuangan dan semangat dalam menggapai cita-cita dan kesetia-kawanan.
  • Diwarnai oleh pergelutan idealisme, tawa, tangis, dan cinta. Semua dikemas secara rapi oleh Dee sehingga meninggalkan bekas yang mendalam setelah membaca novel ini.
Kekurangan:
  • Terlalu banyak setting tempat yang digunakan sehingga pembaca menjadi bingung dalam memahami jalan ceritanya.
  • Di beberapa bagian cerita kurang menarik sehingga menimbulkan kebosanan pembacanya dalam mendalami novel.
  • Kurang menantangnya dalam hal percintaan.

Selasa, 20 November 2012

tugas karangan ilmiah


Pengaruh Keadaan Geografis (Iklim) terhadap Tingkat Penjualan Pakaian
TUGAS KARANGAN ILMIAH
Disusun guna memenuhi tugas mata kuliah softskill Bahasa Indonesia 2
dengan dosen Ibu Desi Restiani



                                                Disusun oleh:
                                                Nama              : Rio Wahyudi
                                                Kelas               : 3EB01
                                                NPM               : 26210011

FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS GUNADARMA
DEPOK
2012


KATA PENGANTAR
            Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa karena atas berkah rahmat dan kasih-Nya penulis dapat menyelesaikan penulisan karangan ilmiah ini yang berjudul “Pengaruh Keadaan Geografis (Iklim) terhadap Tingkat Penjualan Pakaian”.
            Karangan ilmiah ini dibuat dengan tujuan untuk memenuhi tugas mata kuliah softskill Bahasa Indonesia 2 dengan dosen Ibu Desi Restiani dan untuk berbagi pengetahuan kepada para pembaca berupa pengetahuan mengenai beberapa hal yang bisa saja mempengaruhi tingkat penjualan pakaian.
            Dalam penulisan karangan ilmiah ini penulis menyadari akan segala keterbatasan dan kekurangan penulis dalam membuat karangan ilmiah ini. Akhirnya penulis juga mengucapkan banyak terima kasih bagi seluruh pihak yang telah membantu penulis dalam membuat karangan ilmiah ini, baik secara langsung maupun tidak langsung.

Depok, 20 November 2012
Penulis

Rio Wahyudi


BAB I
PENDAHULUAN
I.1 Latar Belakang
            Semua orang pasti memiliki kebutuhan, baik jasmani maupun rohani. Apa sih arti dari kebutuhan itu sendiri? Kebutuhan merupakan salah satu aspek psikologis yang menggerakkan mahluk hidup dalam aktivitas-aktivitasnya dan menjadi dasar (alasan) berusaha. Pada dasarnya, manusia bekerja mempunyai tujuan tertentu, yaitu memenuhi kebutuhan. Kebutuhan tidak terlepas dari kehidupan sehari-hari, selama hidup manusia membutuhkan bermacam-macam kebutuhan, seperti makanan, pakaian, perumahan, pendidikan, dan kesehatan. Kebutuhan dipengaruhi oleh kebudayaan, lingkungan, waktu, dan agama. Semakin tinggi tingkat kebudayaan suatu masyarakat, semakin tinggi / banyak pula macam kebutuhan yang harus dipenuhi.
Menurut tingkatan atau intensitasnya, kebutuhan terbagi ke dalam tiga kelompok, yaitu:
1. Kebutuhan Primer, adalah kebutuhan yang sangat harus terpenuhi, artinya apabila kebutuhan tersebut tidak terpenuhi, maka manusia akan mengalami kesulitan dalam hidupnya. Contohnya adalah sandang berupa pakaian, pangan berupa makanan/minuman, papan berupa tempat tinggal, dan pekerjaan.
2. Kebutuhan Sekunder, adalah kebutuhan yang pemenuhannya setelah kebutuhan primer terpenuhi. Contohnya adalah pendidikan, pariwisata, rekreasi, dan semacamnya.
3. Kebutuhan Tersier, adalah kebutuhan yang dipenuhi setelah kebutuhan primer dan sekunder terpenuhi. Contohnya adalah mobil, motor, komputer, handphone, i-pad, dan lain-lain.
            Terkait dengan judul di atas, pakaian merupakan kebutuhan pokok manusia selain makanan dan tempat berteduh/tempat tinggal (rumah). Manusia membutuhkan pakaian untuk melindungi dan menutup dirinya. Pakaian yang dimaksud adalah pakaian yang layak dan tepat untuk digunakan. Fungsi atau tujuan utama dari adanya pakaian adalah untuk melindungi tubuh manusia, khususnya kulit, dari pengaruh lingkungan luar (eksternal), seperti sinar UV (ultraviolet) matahari. Pada dasarnya tidak sembarang jenis/bahan yang ada pada sebuah pakaian dapat dijadikan pakaian. Maksudnya, apabila pakaian tersebut kurang tepat digunakan pada kondisi tertentu, maka akan menimbulkan beberapa masalah seperti rasa yang tidak nyaman dalam berpakaian atau kulit menjadi sedikit gatal.
            Untuk membuat pakaian baik itu kemeja, kaos, celana, dan lain-lain digunakan berbagai macam jenis kain atau bahan. Biasanya pemilihan jenis kain ini disesuaikan dengan fungsi dari pakaian itu sendiri. Berikut adalah jenis-jenis kain/bahan dalam pembuatan pakaian:
1. Kain Katun
Kain katun adalah jenis kain rajut (knitting) yang berbahan dasar serat kapas. Terdapat jenis kain yang mirip dengan kain katun yaitu kain PE. Cara mudah membedakannya adalah apabila kain katun dibakar maka baunya seperti kertas atau kayu dibakar dan akan menjadi abu.
Keunggulan:
1. Tidak kisut apabila dicuci
2. Tidak luntur untuk bahan berwarna
3. Mudah disablon
4. Menyerap keringat
5. Tidak berbulu
Untuk bahan kaos oblong sendiri banyak menggunakan jenis katun kombed, atau katun kardet. Banyak kaos-kaos distro di Indonesia yang menggunakan jenis combed cotton 20s atau 30s.
2. Kain Pique atau sering disebut lacoste
Kain lacoste pique biasa digunakan untuk membuat kaos polo/kerah/wangki. Untuk membuat kaos kerah tersebut biasanya digunakan kerah jadi. Kerah jadi adalah bahan kerah yang sudah jadi diproduksi oleh pabrik dan tinggal jahit. Kerah bikin adalah kerah yang dibuat sendiri oleh tukang jahit dengan menggunakan bahan yang sama dengan bahan kaos (katun kombed dan kardet) dengan menambahkan kain keras di dalamnya.
3. Kain PE
Kain PE (Poly Ester) adalah kain yang tingkatnya berada di bawah katun. Bahan dasarnya adalah benang polyester. Sama dengan katun, PE juga tersedia dalam bentuk bahan kaos oblong, lacoste/adidas, maupun pike. Untuk kain kaos yang berbahan dasar PE bentuk dan teksturnya hampir mirip dengan kain kaos yang berbahan dasar katun (cotton). Cara mudah membedakannya adalah kain PE apabila dibakar maka baunya seperti plastik dibakar, jalan apinya cepat dan akan menjadi arang.
Keunggulan:
Murah
Kelemahan:
Pada beberapa jenis PE untuk bahan kaos, kain ini rawan kisut apabila dicuci dan mudah luntur.
Pada jenis PE untuk bahan sweater, biasanya suka berbulu sesudah beberapa kali dicuci.
4. Light weight wools
Untuk lightweight wools, sesuai dengan namanya, kain wol ini tergolong ringan dan bisa dipadukan dengan apa saja. Jatuhnya di badan pun enak dilihat. Kelebihannya, kain ini awet.
5. Cashmere
Bahan ini tergolong mewah, dengan kualitas prima. Jangan heran bila embel-embel price-tagnya pun tergolong menguras kantung. Dipadukan dengan rok yang elegan ataupun dengan jeans saja, cashmere tetap terlihat mewah dan mahal. Semakin sering dicuci, bahan ini akan semakin halus.
6. Jersey
Untuk bahan satu ini, agar jatuhnya enak dan terlihat oke melekat di lekuk tubuh Anda, pilih yang bahannya agak berat. Satu ukuran lebih besar akan menghindari kesan pakaian melekat ketat yang tidak enak dilihat.
7. Denim
Denim alias bahan jeans. Semakin gelap warnanya, semakin mudah mencari padanannya. Selain itu juga denim yang berwarna gelap akan terlihat lebih rapi dan formal daripada yang terang.
            Keadaan geografis merupakan suatu keadaan yang secara alamiah terjadi di bumi. Keadaan geografis ini meliputi musim dan iklim. Indonesia merupakan negara dengan dua musim yaitu musim hujan dan kemarau.
            Iklim dapat diartikan sebagai kondisi rata-rata cuaca dalam waktu yang panjang. Iklim di bumi sangat dipengaruhi oleh posisi matahari terhadap bumi. Terdapat beberapa klasifikasi iklim di bumi yang ditentukan oleh letak geografis. Iklim yang dikenal di Indonesia ada tiga, antara lain:
1. Iklim Musim
2. Iklim Tropika (tropis), terjadi karena Indonesia terletak di sekitar garis khatulistiwa. Akibatnya, Indonesia termasuk daerah tropika (panas).
3. Iklim Laut, terjadi karena Indonesia adalah negara kepulauan. Sebagian besar tanah daratan Indonesia dikelilingi oleh lautan atau samudera. Itulah sebabnya di Indonesia terdapat iklim laut. Sifat dari iklim ini yaitu lembab dan banyak mendatangkan hujan, sehingga cenderung lebih dingin daripada daerah yang berada pada iklim tropika.
I.2 Tujuan Penulisan
1. Untuk memenuhi tugas mata kuliah Softskill (Bahasa Indonesia 2).
2. Untuk memberikan informasi kepada para pembaca tentang pengaruh iklim terhadap pakaian.
3. Untuk memberikan informasi mengenai jenis-jenis kain/bahan yang cocok untuk kondisi tertentu.




BAB II
PEMBAHASAN
II.1 Hipotesa
Alat uji hipotesa yang diasumsikan dalam karangan ilmiah ini menggunakan analisis uji kebebasan Chi Kuadrat.
Ho (hipotesa nol)                    : Tidak ada hubungan antara keadaan geografis dan pakaian
Ha (hipotesa alternatif)           : Ada hubungan antara keadaan geografis dan pakaian
Hasil hipotesa ditentukan oleh:
1. χhitung ≤ χ2 tabel = Ho Diterima / Ha Ditolak
2. χhitung > χ2 tabel = Ho Ditolak / Ha Diterima
Dalam karangan ilmiah ini diasumsikan bahwa hasil untuk pengujian Chi Kuadrat untuk masing-masing variabel adalah sebagai berikut:
Pengaruh keadaan geografis (iklim) terhadap jenis kain / bahan pakaian yang akan digunakan, diasumsikan χhitung > χ2 tabel, dengan keputusan Ho ditolak / Ha diterima.









BAB III
PENUTUP
III.1 Simpulan
            Berdasarkan hasil asumsi hipotesa di atas, maka dapat diambil sebuah simpulan bahwa ada hubungan antara keadaan geografis (iklim) dan pakaian. Dengan kata lain, keadaan geografis (iklim) dapat memberikan pengaruh terhadap jenis kain / bahan pakaian yang akan digunakan. Bagi masyarakat yang bertempat tinggal di daerah yang panas (tropis), maka pakaian yang tepat untuk dijual adalah pakaian yang berbahan tipis, yang mudah untuk menyerap keringat. Sebaliknya bagi masyarakat yang bertempat tinggal di daerah yang lebih dingin dan lembab seperti di daerah pesisir pantai dan pegunungan, maka pakaian yang tepat untuk dijual adalah pakaian yang berbahan lebih tebal. Apabila kondisi yang seperti demikian dapat dimanfaatkan dengan seoptimal mungkin, bukan mustahil akan mempengaruhi tingkat penjualan pakaian. Oleh karena itu, kita harus bisa menyesuaikan pakaian yang akan dijual dengan keadaan geografis (iklim) yang berpengaruh di lingkungannya.